Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS KANDUNGAN TANIN DALAM PAKAN TERSUPLEMENTASI TEPUNG DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) SEBAGAI AGEN ANTELMINTIK PADA DOMBA
ABSTRAK
HANIF FERDIAN RAFLI. Efektivitas Kandungan Tanin dalam Pakan Tersuplementasi Tepung Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) sebagai Agen Antelmintik pada Domba. Dibimbing oleh LABIB ABDILLAH dan TRI PUJI RAHAYU.
Aplikasi antelmintik sintetis pada ternak domba berisiko menimbulkan beberapa efek samping seperti resistansi antihelmnintik dan residu kimia. Tanaman nangka merupakan tumbuhan dengan kandungan tanin yang berpotensi untuk dievaluasi sebagai antelmintik alami yang minim efek samping pada ternak domba. Kandungan tanin dalam daun nangka berperan menghambat perkembangan dan metabolisme nematoda gastrointestinal, sehingga dapat menjadi antelmintik alami pada ternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas tanin daun nangka dalam memengaruhi penurunan intensitas, jumlah jenis, dan prevalensi infeksi nematoda pada domba. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 10 kali ulangan. Ternak yang digunakan pada penelitian ini berupa 20 ekor indukan domba Cross Texel dengan rata-rata bobot 35,56 ± 6,546 kg. Sampel feses domba dianalisis menggunakan uji Whitlock. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada jumlah jenis dan intensitas nematoda (P>0,05) yang dianalisis berdasarkan egg per gram (EPG). Hasil analisis prevalensi menunjukkan adanya penurunan dari 100% ke 70% pada kelompok ternak P1, sedangkan kelompok ternak P0 menunjukkan kenaikan prevalensi dari 80% ke 90%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa daun nangka memiliki potensi nyata sebagai antelmintik alami yang ideal untuk diteliti lebih lanjut dengan pengembangan dosis pemakaian yang ditingkatkan.
Kata kunci: antelmintik, daun nangka, domba cross texel, nematoda gastrointestinal, tanin.
Tidak tersedia versi lain