Text
SKRIPSI PENGARUH FORMULASI MEDIA TANAM TERHADAP HASIL BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA HIDROPONIK SISTEM IRIGASI TETES
ABSTRAK
ULIL HIDAYAT. Pengaruh Formulasi Media Tanam Terhadap Hasil Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) Pada Hidroponik Sistem Irigasi Tetes. Dibimbing oleh AGUS SUPRAPTO dan RATNA SUMINAR.
Permintaan kentang (Solanum tuberosum L.) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri. Namun, produktivitas kentang di Indonesia masih tergolong rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengadaan benih secara hidroponik sistem irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang dan formulasi media tanam yang paling ideal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang secara hidroponik sistem irigasi tetes. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor yang diuji adalah formulasi media (M), yang terdiri dari M1 (Cocopeat 100%), M2 (Cocopeat : Serbuk gergaji (50%:50%)), M3 (Cocopeat : Arang Sekam (50%:50%)), M4 (Serbuk gergaji : Arang Sekam (50%:50%)), dan M5 (Cocopeat : Serbuk gergaji : Arang Sekam (33,3%:33,3%:33,3%)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi media tanam memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, volume umbi per tanaman, berat segar umbi per tanaman, berat dan kering umbi per tanaman. Media tanam paling optimal adalah M3 (Cocopeat : Arang sekam (50%:50%)).
Kata kunci: hidroponik, irigasi tetes, kentang, media tanam.
Tidak tersedia versi lain