Text
SKRIPSI EKSPLORASI DAN UJI ANTAGONISME JAMUR ASAL RHIZOSFER TANAMAN PADI ORGANIK TERHADAP Rhizoctonia solani PENYEBAB HAWAR PELEPAH PADI DI KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG
ABSTRAK
EVIOLITA INDRAWATI. ‘‘Eksplorasi dan Uji Antagonisme Jamur Asal Rhizosfer Tanaman Padi Organik terhadap Rhizoctonia solani Penyebab Hawar Pelepah Padi di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang’’. Dibimbing oleh MUZAYYANAH RAHMIYAH dan SRI WAHYUNI BUDIARTI.
Kabupaten Magelang merupakan daerah penghasil beras organik terbesar di Indonesia dengan luas lahan sebesar 1.150 ha. Tanaman padi organik di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang terserang Rhizoctonia solani penyebab penyakit hawar pelepah padi. Alternatif pengendalian penyakit tersebut adalah dengan penggunaan jamur antagonis yang berasal dari rhizosfer sebagai pengendalian secara hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman dan mengkarakterisasi jamur antagonis asal rhizosfer tanaman padi organik, serta menjelaskan daya hambatnya terhadap R. solani secara in vitro. Karakterisasi jamur antagonis terdiri atas karakteristik makroskopis (diamati dengan melihat koloni jamur secara langsung), mikroskopis (diidentifikasi menggunakan mikroskop), serta parameter kuantitatif (diameter pertumbuhan koloni, laju pertumbuhan koloni, dan uji antagonis). Parameter kualitatif disajikan secara deskriptif, sedangkan parameter kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil eksplorasi jamur antagonis asal rhizosfer tanaman padi organik didapatkan 14 isolat jamur antagonis meliputi 1 Cladosporium sp., 1 Mucor sp., 1 Rhizopus sp., 8 Trichoderma spp., dan 3 Penicillium spp., serta 1 jamur patogen R. solani. Setiap koloni isolat memiliki karakteristik yang berbeda. Koloni dengan laju pertumbuhan tertinggi yaitu R. solani (27,62 mm/hari). Isolat jamur antagonis dengan persentase daya hambat tertinggi yaitu Rhizopus sp. (86,25%) dan isolat Trichoderma E (86,25%) dengan kategori penghambatan sangat tinggi. Mekanisme antagonis yang terjadi yaitu kompetisi ruang dan nutrisi, serta mikoparasitisme.
Kata kunci: Hawar pelepah, jamur antagonis, karakterisasi, lahan sawah organik
Tidak tersedia versi lain