Text
TUGAS AKHIR EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM MULTIKONTRAKTOR DIBANDINGKAN DENGAN SISTEM MONOKONTRAKTOR
Proyek konstruksi adalah suatu kegiatan yang mempunyai alokasi sumber daya terbatas, waktu yang terbatas dan biaya yang juga terbatas, yang bertujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan standar perencanaan. Melihat karakteristik proyek konstruksi yang sedemikian rupa, perlu dilakukan usaha-usaha efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan proyek tersebut agar dapat membuahkan hasil yang optimal. Untuk itu manajemen proyek diperlukan dari mulai tahap konseptual sampai dengan dengan selesainya proyek tersebut yang dalam proyek konstruksi lazim disebut sistem manajemen konstruksi.
Penggunaan sistem manajemen konstruksi dalam suatu pelaksanaan proyek memungkinkan digunakannya sistem multikontraktor dengan penanggungjawab utama proyek konsultan manajemen konstruksi (KMK), sedangkan pelaksanaan proyek pada umumnya menggunakan sistem monokontraktor dengan penanggungjawab utama proyek kontraktor utama tunggal yang menggunakan subkontraktor. Dengan demikian setidaknya ada dua macam alternatif pilihan strategi penyelenggaraan proyek bagi pemilik proyek dalam penggunaan sistem manajemen konstruksi.
Dilihat dari kepentingan pemilik proyek dapat dipahami bahwa pemilik memiliki kecenderungan untuk melakukan penghematan. Dengan demikian dua sistem tersebut tersebut secara spesifik perlu diketahui tingkat efektivitasnya baik dalam segi biaya, waktu maupun pengendalian. Diharapkan nantinya pemilik proyek dapat memilih secara tepat sistem mana yang mampu memberikan kontribusi positif atau keuntungan-keuntungan bagi pemilik. Oleh karena itu dua sistem tersebut selanjutnya dilakukan usaha pembandingan komparatif. Tiga segi efektivitas yang dikomparatifkan adalah segi biaya, waktu dan pengendalian.
Untuk itu digunakan Proyek Pembangunan Gedung Utama Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai tempat studi kasus pengguna sistem multikontraktor yang selanjutnya berdasarkan data-data yang ada pada saat dilakukan penelitian kemudian diaplikasikan pada sistem monokontraktor. Dengan demikian dalam proses analísis dilakukan formulasi dari varibel-variabel yang diperlukan secara deskriptif maupun matematis, sehingga selanjutnya hasil-hasilnya dapat dikuantitatifkan dan dikomparatifkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan sistem multikontraktor pada segi biaya pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diperoleh penghematan segi biaya sebesar Rp. 309.690.155,31 daripada jika menggunakan sistem monokontraktor.
Pada segi waktu diperoleh tingkat efektivitas sistem multikontraktor sebesar 1 poin lebih tinggi daripada sistem monokontraktor. Selanjutnya pada segi pengendalian diperoleh tingkat efektivitas 2 poin lebih tinggi daripada sistem monokontraktor. Dengan demikian ditinjau dari segi biaya waktu maupun pengendalian sistem multikontraktor lebih efektif daripada sistem monokontraktor.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain