Text
PENOKOHAN DALAM NOVEL LARUNG KARYA AYU UTAMI TINJAUAN PSIKOLOGIS DAN IMPLEMENTASI PENGAJARANNYA DI SMU
Skripsi berjudul "Penokohan dalam Novel Larung Karya Ayu Utami Tinjauan Psikologis dan Implementasi Pengajarannya di SMU" ini bertujuan untuk mendeskripsikan, 1) karakter-karakter dari para tokoh dalam novel Larung, 2) teknik pelukisan tokoh, dan 3) implementasi pengajaran novel Larung di SMU. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan psikologi. Kegiatan penelitian dimulai dengan pengumpulan data, klasifikasi data, penyusunan data dan penginterpretasian data. Sumber datanya adalah novel Larung karya Ayu Utami. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik baca dan teknik catat. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Analisis terhadap data menghasilkan deskripsi tentang karakter- karakter para tokoh dalam novel Larung, dan lukisan kedirian tokoh. Dari hasil analisis data, peneliti memaparkan bahwa tokoh Larung, Yasmin, Syakuntala, Cok, Wayan Togog memiliki karakter choleris. Hal tersebut dapat dilihat dari sifat-sifat tokoh yang keras, nekat, garang, mempunyai fantasi kuat dan bertindak di luar kebiasaan orang normal. Tindakan Larung ketika membunuh neneknya merupakan bentuk perilaku yang tidak dapat dipahami oleh orang lain. Yasmin dengan fantasi-fantasi masa kecilnya mempengaruhi terhadap tindakannya yang nekat. Perilaku Cok dan Syakuntala yang melanggar norma juga menunjukkan karakter cholerisnya. Tokoh Saman, Koba dan Bilung mempunyai karakter flegmantis, keberanian mereka menegakkan keadilan bagi orang-orang yang tertindas dan teraniaya menunjukkan bukti karakternya tersebut. Sedangkan Laila merupakan tokoh dengan karakter melankolis, karena ia selalu taat terhadap aturan adat dan norma, misalnya ia masih menjaga keperawannnya. Peneliti juga dapat memaparkan bahwa pengarang dalam melukiskan tokohnya menggunakan teknik analitis dan dramatik. Tokoh yang dilukiskan secara analitis adalah Koba, Bilung, Wayan Togog dan Saman. Tokoh yang dilukiskan dengan teknik dramatis adalah Larung, Yasmin, Cok dan Laila. Pengajaran dan apresiasi penokohan dalam novel Larung dapat dilakukan dengan metode strategi strata, dengan empat tahapan. Tahapan pertama adalah penjelajahan, siswa membaca novel Larung dengan cermat untuk mengetahui isinya dan menemukan karakter-karakter dari para tokoh. Tahap berikutnya adalah tahap interpretasi. Pada tahap ini, siswa melakukan penafsiran terhadap karakter-karakter tokoh. Tahap ketiga adalah rekreasi. Pada tahap ini siswa melakukan pendalaman terhadap karakter tokoh, kedirian tokoh, serta teknik pelukisannya. Pada tahap terakhir, guru melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa tentang penokohan dalam novel Larung melalui tes lisan atau tulis.
003-UN57.4.1-2016 | INDONESIA CHA P 2003 | Ruang Skripsi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain