Text
SKRIPSI PENGARUH PENAMBAHAN BESTMITTEL TERHADAP KUAT TEKAN BETON BERDASARKAN UMUR BETON DAN VARIASI FAKTOR AIR SEMEN (FAS)
INTI SARI
Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan untuk struktur bangunan antara lain, gedung, jembatan, bendungan dan sebagainya. Beton merupakan bahan gabungan yang terdiri dari agregat kasar dan agregat halus yang dicampurkan dengan air dan semen sebagai bahan pengikat dan pengisi antara agregat kasar dan halus. Perkembangan teknologi menuntut adanya kualitas beton yang lebih baik, yaitu suatu beton yang lebih kuat. Untuk menambah kekuatan beton biasanya ditambah bahan tambahan yang bernama bestmittel.
Penelitian ini menggunakan material agregat kasar berupa batu pecah Sungai Progo dengan ukuran diameter maksimal 40 mm, sedangkan agregat halus pasir Merapi. Bestmittel ditambahkan dengan variasi 0 persen titik koma 0,4 persen titik koma 0,6 persen titik koma dan 0,8 persen terhadap berat semen. Adonan beton dicetak dalam silinder dengan ukuran tinggi 30 cm dan diameter 15 cm. Penelitian dan pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan Universitas Tidar Magelang.
Kuat tekan tertinggi dihasilkan dari beton dengan penambahan bestmittel yang optimal sebesar 0,6 persen dan Fas 0,5 sehingga menghasilkan kuat tekan yang maksimal dengan kuat tekan beton rata-rata sebesar 35,103 MPa. Hasil analisis Anova titik dua Single Factor didapat kesimpulan bahwa penambahan bahan bestmittel berhubungan dengan kuat tekan beton.
Kata kunci titik dua FAS, Kuat tekan, bestmittel.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain