Text
SKRIPSI STUDI KOORDINASI PENGAMAN FUSE CUT OUT DENGAN CIRCUIT BREAKER JARING DISTRIBUSI PRIMER 20 KV PT. PLN. (PERSERO) UNIT PELAYANAN MAGELANG
Suatu sistem tenaga listrik yang terdiri dari tiga bagian utama yaitu : Pusat pembangkit, saluran transmisi dan sistem distribusi. Dalam mendistribusikan tenaga listrik harus lerkoordinasi dengan baik.,
jaring distribusi terdapat pengaman lebur yang berguna untuk mengamankan jaring puda cabang distribusi dari gangguan arus lebih atau arus hubung singkat serta dilengkapi dengan peralatan sectionalizer yang berguna untuk melokalisir daerah gangguan.
Dengan koordinasi antara pengaman lebur dan pemutus tenaga serta antara pengaman lebur dengan pengaman lebur, diharapkan luas daerah pemadaman akibat gangguan daput ditekan sekecil mungkin.
Pada koordinasi pengaman lebur dengan relai pengaman arus lebih (over current relay) di titik saluran percabangan B dipergunakan pengaman lebur tipe 40 I' dan relai arus lebih pada setting tap time dial (T'D) 5 untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa sebesar 2178 Ampere akan bekerja mengamankan arus gungguan dengan waktu 2 detik. Untuk titik saluran percabangan C relai pengaman arus lebih dapat dikoordinasikan dengan pengaman lebur tipe 40 T untuk mengamankan arus hubung singkat dua fasa sebesar 1237 Ampere akan bekerja dalam waktu 2 detik. Sedangkan pada titik saluran percabangan D relai pengaman arus lebih dikoordinasikan dengan pengaman lebur tipe 25 T' untuk mengamankan arus gangguan hubung singkat dua fasa sebesar 1079 Ampere yang akan bekerja dalam waktu 2,25 detik.
Kata kunci: Pengaman, Koordinasi, distribusi, jaring
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain