Text
SKRIPSI PENGARUH KONSENTRASI HORMON BAP DAN PENAMBAHAN EKSTRAK PISANG, KENTANG DAN TOMAT PADA MEDIA MS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PANILI (Vanila planifolia Andrews)
INTISARI
Penelitian mengenai pengaruh konsentrasi hormon BAP dan penambahan ekstrak pisang, kentang dan tomat pada media MS terhadap pertumbuhan bibit panili (Vanilla planifolia Andrews) telah dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai 6 Oktober 2006 di laboratorium UPTD Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang dengan ketinggian tempat 360m dpl.
Metode yang digunakan yaitu percobaan faktorial (3 x 3) disusun dalam rancangan acak lengkap dengan dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama macam ekstrak buah yaitu ekstrak pisang, kentang dan tomat. Faktor kedua konsentrasi hormon BAP yaitu tanpa hormon, I ppm dan 2 ppm.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 150 g/l ekstrak pisang dan kentang pada media dasar MS didapatkan pertumbuhan tertinggi untuk jumlah tunas akar, bawah, jumlah tunas akar atas dan bawah, panjang akar, jumlah akar atas dan bawah serta berat segar. Peningkatan konsentrasi hormon BAP menunjukan peningkatan untuk jumlah bakal daun, jumlah tunas, jumlah tunas akar bawah serta jumlah akar atas dan bawah. Penambahan BAP pada ekstrak kentang 150 g/l menunjukan peningkatan untuk jumlah bakal daun, jumlah tunas, jumlah akar atas, panjang akar, jumlah akar atas dan bawah serta berat segar.
Penambahan ekstrak pisang 150 g/l dengan 1 ppm BAP didapatkan hasil optimal pada jumlah bakal daun, jumlah tunas, jumlah tunas akar atas dan jumlah akar atas dan bawah. Sedangkan ekstrak pisang tanpa BAP menunjukan pertumbuhan tertinggi pada panjang akar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain