Text
SKRIPSI PENGARUH TEBAL LAPIS KAYU DAN JARAK PASAK TERHADAP KUAT LENTUR BALOK LAMINASI KAYU WARU
INTISARI
Seiring dengan perkembangan teknologi kayu yang semakin canggih, maka kayu-kayu yang berukuran kecil dan berkualitas rendah dapat dimodifikasi menjadi produk yang lebih baik, sehingga nilai kekuatan kayu menjadi lebih tinggi.Salah satu produk yang bisa digunakan sebagai bahan struktural adalah balok laminasi (glulam).
Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan tebal lapis kayu dan jarak pasak terhadap kuat lentur balok laminasi. Adapun tebal lapis kayu yang digunakan adalah 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm dan jarak pasak 10 cm, 15 cm, 20 cm. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis balok laminasi kayu Waru.
Hasil pengujian sifat fisis dengan tebal lapis kayu 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, untuk kadar air sudah memenuhi standar JAS 234: 2003, dan untuk nilai kerapatan tebal lapis kayu 1 cm lebih tinggi dibanding dengan tebal lapis kayu 2 cm, 3 cm,4 cm. Hal ini dikarenakan berat jenis kayu Waru dengan tebal lapis 1 cm lebih besar dari pada berat jenis kayu Waru dengan tebal lapis 2 cm, 3 cm, dan 4 cm. Hasil pengujian nilai MOE dan MOR balok laminasi dengan tebal lapis kayu 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, dan jarak pasak 10 cm, 15 cm, 20 cm tidak semuanya memenuhi standar JAS 234 2003. Perbedaan hasil nilai MOE dan MOR dikarenakan perbedaan jumlah lapis kayu dan jarak pasak, sehingga balok laminasi yang tidak memenuhi standar tidak bisa digunakan sebagai bahan baku konstruksi bangunan yang menahan beban berat. Pada hasil analisa menggunakan ANOVA Single Factor, disimpulkan bahwa tebal lapis kayu dan jarak pasak dapat berpengaruh terhadap nilai kuat lentur balok laminasi.
Kata kunci: Kayu, Kuat lentur, Tebal lapis kayu dan Jarak pasak
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain