Text
LKP LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM PENTANAHAN ARRESTER PADA PENYULANG SANGGRAHAN 10 PT. PLN (PERSERO) RAYON BOROBUDUR
Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah katulistiwa yang panas dan lembab, sehingga memiliki hari guruh per tahun yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia yaitu sekitar 180-260 hari per tahun. Berdasarkan data dari BMKG pada tahun 2006 s.d. tahun 2012 Propinsi Jawa Tengah tergolong memiliki tingkat Isoceraunic Level atau disebut dengan IKL, yang tinggi.
Jaringan tenaga listrik perlu mendapatkan perhatian yang serius terhadap bahaya sambaran petir. Surja petir merupakan faktor yang lebih dominan dalam menimbulkan tegangan lebih transien pada saluran tenaga listrik dengan tingkat tegangan di bawah 230 kV, dibandingkan dengan surja hubung. Tegangan lebih transien dapat merusak peralatan isolasi serta komponen-komponen dalam sistem tenaga listrik, jika magnitude tegangannya melebihi BIL (Basic Insulation Level) peralatan isolasi serta komponen sistem tenaga listrik yang dipakai, maka diperlukan sistem pentanahan yang baik dan Arrester sebagai alat pengaman jaringan distribusi tenaga listrik terhadap surja petir atau surja hubung.
PT. PLN (Persero) Rayon Borobudur menggunakan Arrester pada penyulang Sanggrahan 10 sebagai pengaman jaringan 20 kV sebanyak 36 unit dimana paling banyak dari pada penyulang lainnya di wilayah kerjanya. Kebutuhan Arrester tersebut disebabkan karena penyulang Sanggrahar 10 paling sering terkena sambaran petir pada jaringan 20 kV.
Kata Kunci: Surja Petir, Pentanahan dan Arrester.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain