Text
SKRIPSI STUDI PENYEBAB KERUSAKAN ARRESTER PADA TRANSFORMATOR STEP UP PT. INDONESIA POWER UNIT PLTA JELOK
Pada kondisi tertentu khususnya musim hujan sering tersambar oleh petir yang mempunyai tegangan lebih tinggi terhadap tegangan nominalnya, kondisi ini bila tidak diamankan akan merusak peralatan pada sistem penyaluran energi listrik maupun pada konsumen.
Besarnya tegangan induksi ini antara 100 s.d 200 kV muka gelombang (wave front) 50 s.d 100 µs. Sambaran dekat (nearly stroke) adalah gelombang berjalan yang datang keperalatan hubung dan sambaran petir pada saluran trasmisi pada titik yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari peralatan hubung. Pada beberapa keadaan harga puncak gelombang mencapai 120 sampai 130 % dari BIL dari peralatan hubung dan kecuraman muka gelombangnya mencapai 500 V/µs.Jika perisaian (shielding) dari peralatan dan saluran transmisinya cukup baik, maka gelombang tegangan yang mungkin datang keperalatan hubung adalah dari sambaran petir yang jauh. Gelombang ini berjalan sepanjang saluran dengan kecepatan cahaya (300 m/us).
kejadian pecahnya arrester pertama tanggal 7 Juli 2003 dan tanggal 17 Juli 2005, disebabkan karena adanya tegangan lebih switching yang besar, sedang pada tanggal 11 Maret 2005 karena adanya sambaran petir yang dekat
Kata kunci: Kerusakan, arrester, Jelok, PLTA
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain