Text
SKRIPSI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DIALOGIS MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 10 MAGELANG
Pembelajaran berbicara dialogis di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Magelang belum mencapai hasil yang optimal. Masih banyak siswa yang belum mampu melakukan dialog dengan baik. Siswa malu dan takut berbicara, tidak percaya diri, pengucapan vokal kurang jelas dan kurang menguasai bahan pembicaraan. Selain itu, 53% siswa kelas VII nilai berbicara dialogisnya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Hal-hal tersebut merupakan fakta masih rendahnya keterampilan berbicara dialogis siswa, padahal berdialog dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan, mengingat manusia adalah makhluk sosial yang selalu melakukan komunikasi. Oleh karena itu, perlu dicarikan alternatif penyelesaiannya sehingga pembelajaran dapat mencapai hasil yang baik. Rumusan masalah penelitian ini ialah (1) bagaimana pembelajaran berbicara dialogis siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Magelang menggunakan teknik bermain peran, (2) apakah penerapan teknik bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara dialogis siswa, dan (3) berbedakah keterampilan berbicara siswa setelah pembelajaran berbicara dialogis tanpa menggunakan dengan setelah menggunakan teknik bermain peran. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pembelajaran berbicara dialogis menggunakan teknik bermain peran, peningkatannya, serta perbedaan pembelajaran berbicara dialogis tanpa dan setelah menggunakan teknik bermain peran.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2009-30 Januari 2010 di SMP Negeri 10 Magelang. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VII E yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pengambilan data dilakukan dengan teknik non tes dan tes. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data ialah observasi, wawancara, angket, dan tes berbicara dialogis menggunakan bermain peran. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data perilaku siswa ditabulasi dan dianalisis secara kualitatif Data nilai tes siswa dianalisis secara kuantitatif, dengan menghitung persentase tiap subaspek berbicara dialogis menggunakan teknik bermain peran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Magelang. Nilai rata-rata siswa pada siklus 165,3 dan pada siklus II 74,03, jadi mengalami peningkatan 13,37%. Siswa yang nilainya mencapai KKM meningkat 40%, yaitu 15 siswa pada siklus I dan 29 siswa pada siklus II. Nilai rata-rata kelas siswa juga meningkat dan mencapai 70 untuk tiap subaspek berbicara dialogis menggunakan teknik bermain peran. Perilaku siswa juga mengalami perubahan. Pada siklus I siswa pasif dan kurang tertarik mengikuti pembelajaran, sehingga suasana kelas kurang kondusif. Pada siklus II siswa lebih aktif dan semakin tertarik mengikuti pembelajaran, sehingga suasana kelas lebih kondusif. Dengan demikian dibuktikan bahwa teknik bermain dapat meningkatkan keterampilan berbicara dialogis siswa, sehingga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khususnya berdialog.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain