Text
SKRIPSI PENGARUH CAMPURAN GRADASI SENJANG (GAP AGGREGATE)PADA ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
INTISARI
Jalan raya sebagai salah satu sarana transportasi darat, kegunaannya dirasakan semakin penting untuk menunjang peningkatan perekonomian, informasi, sosial, budaya dan ketahanan nasional. Pembangunan jalan yang dilaksanakan pada masa sekarang dihadapkan pada penyempurnaan kualitas dan penghematan biaya pembangunan. Perkembangan penelitian tentang bahan konstruksi perkerasan jalan khususnya perkerasan lentur (flexible pavement) diarahkan pada usaha pemanfaatan material setempat dan disesuaikan dengan kondisi daerah dimana konstruksi pengerasan akan dilaksanakan.
Penelitian ini menggunakan pengujian metode Marshall, terdiri dari 3 varian, masing-masing varian menggunakan kadar aspal yang berbeda yaitu: 4,5%, 5%, 5,5% dan 6%, serta gradasi agregat yang berbeda yaitu gradasi normal menerus, gradasi senjang 1 (hilang fraksi 3/4"), dan gradasi senjang 2 (hilang fraksi pasir), dengan variasi kadar filler sebesar 2% untuk masing-masing varian.
Hasil pengujian menyatakan bahwa campuran aspal variasi gradasi normal menerus dan gradasi senjang dua (hilang fraksi pasir) memiliki nilai stabilitas paling tinggi dari ketiga variasi campuran aspal yaitu 1184,4 kg dan 1190 kg. Sehingga variasi gradasi normal menerus dan gradasi senjang dua (hilang fraksi pasir) telah memenuhi syarat revisi dua Bina Marga 2010.
Kata kunci: Filler, Gradasi Senjang, dan Marshall.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain