Text
SKRIPSI UJI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR TAHI BESI DAN SPLIT
Penggunaan material recycle untuk campuran beton di Indonesia masih belum umum, namun mulai banyak digunakan untuk pengurukan, lapisan pondasi jalan dll. Hal ini disebabkan bahan baku semen dan agregat kasar maupun halus mudah didapat. Padahal cepat atau lambat material akan semakin habis sehingga menyebabkan material akan semakin mahal. Terutama agregat kasar atau kerikil yang hampir 78% menjadi bahan pengisi utama campuran beton. Melihat kenyataan di atas, maka perlu melakukan pemanfaatan limbah industri yang sudah tidak dipakai. Salah satu bahan material tersebut adalah tahi besi, yang diperoleh dari limbah industri pande besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kualitas beton yang dibuat dengan memanfaatkan bahanbahan recycle yaitu tahi besi sebagai agregat kasar dan untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah industri yang ternyata bisa digunakan lagi sebagai pengganti agregat kasar.
Pada penelitian ini dibuat 60 buah benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 11 cm dan tinggi 22 cm. Perbandingan campuran antara semen, pasir dan agregat kasar dengan perbandingan berat 1: 2: 3 dengan komposisi: 1 semen: 2 pasir : 100% pecahan tahi besi; 1 semen : 2 pasir: 75% split + 25% pecahan tahi besi; 1 semen: 2 pasir: 50% split + 50% pecahan tahi besi; 1 semen : 2 pasir: 25% split + 75% pecahan tahi besi'; 1 semen: 2 pasir: 100% split.
Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak penambahan tahi besi, maka semakin kecil nilai kuat tekan beton, semakin banyak penggunaan split sebagai agregat kasar, kuat tekan beton semakin baik dan kuat tekan beton variasi 75% split: 25% tahi besi menghasilkan kuat tekan beton paling baik.
Kata kunci : kuat tekan, agregat, tahi besi, split.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain