Text
SKRIPSI REGULASI TEGANGAN SALURAN TRANSMISI 150 KV BERBASIS PEMROGRAMAN MATLAB
Dalam sistem tenaga listrik, kualitas tegangan merupakan kriteria yang sangat penting untuk menentukan mutu suatu sistem tenaga listrik serta untuk menjamin keamanan, maka harus ditempuh berbagai cara untuk mengatur tegangan agar masih tetap dalam batas yang diijinkan. Penurunan daya reaktif dalam sistem tenaga listrik dapat menghasilkan kondisi optimum. Setiap perubahan nilai pengatur maupun perubahan nilai beban di setiap simpul dalam sistem akan memberikan pengaruh terhadap besarnya tegangan yang diukur beserta sudut fasanya disemua simpul dalam sistem.
Di dalam analisis suatu jaring tenaga listrik, besaran per unit digunakan untuk menggantikan besaran-besaran yang ada. Pada studi aliran daya sistem tenaga listrik yang meliputi banyaknya bus, merupakan proses sistematika persamaan jaring yang pertama pada sistem. Proses ulangan dengan menetapkan nilai-nilai perkiraan untuk tegangan bus yang tidak diketahui dan menghitung suatu nilai baru untuk setiap tegangan bus dari nilai-nilai perkiraan pada bus-bus lainnya. Penyelesaian yang didasarkan pada pernyataan tegangan suatu bus sebagai fungsi daya nyata dan daya reaktif yang disalurkan ke bus dari generator atau yang dicatu pada beban yang dihubungkan pada bus itu. pengoperasian reaktor dilakukan untuk mencegah timbulnya tegangan tinggi yang berlebih karena reaktor mempunyai sifat menyerap daya reaktif.
Pada saat sebelum pemasangan reaktor nilai yang konvergen adalah pada iterasi 32, beban yang dihasilkan adalah induktif dengan jumlah keseluruhan 175,800 MW dan 61,000 MVAR sedangkan pada pembangkit adalah kapasitif dengan jumlah keseluruhan 177,929 MW dan -137,596 MVAR, untuk rugi-rugi saluran 1,409 MW dan -198,321 MVAR bebannya kapasitif. Setelah pemasangan reaktor nilai yang konvergen pada itersai 32, pada tegangan terjadi penurunan, jumlah keseluruhan beban adalah 175,800 MW dan 61,000 MVAR, untuk pembangkit 178,712 MVAR, rugi-rugi saluran 2,109 MW dan -198,243 MVAR, efisiensi pembangkit setelah pemasangan reaktor 1,0004 %.
Penyelesaian persoalan aliran daya dengan metode Gauss-Seidel menunjukkan bahwa diperlukan iterasi dalam jumlah yang agak banyak untuk mencapai nilai yang konvergen. Setelah pemasangan reaktor dapat diupayakan untuk meningkatkan efisiensi pembangkit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain