Text
SKRIPSI ANALISIS HISTORIS SOSIAL DAN MAKNA DALAM KUMPULAN PUISI "MALAM STANZA” KARYA W. S. RENDRA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMА
Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang penciptaan karya sastra lama yang masih tetap diminati oleh kalangan masyarakat sastra Indonesia, dibuktikan dari kumpulan puisi "Malam Stanza" karya W. S. Rendra puisi tahun 60-an yang terus dicetak ulang dan banyak dijadikan sebagai bahan analisis khususnya dalam khazanah sastra Indonesia. Kumpulan Puisi "Malam Stanza" dipilih menjadi objek penelitian karena mengandung unsur historis sosial yang kental pada pengarangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil analisis kumpulan puisi "Malam Stanza" karya W. S. Rendra berupa deskripsi historis sosial dan makna puisi dengan pendekatan historis dan sosiologis. Selain itu juga dapat diperoleh cara penyusunan bahan ajar historis sosial dan makna puisi dalam pengajaran apresiasi sastra di SMA.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori historis dan sosiologis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kajian simak dan catat. Wujud data dalam penelitian ini berupa teks puisi dalam kumpulan puisi berjudul "Malam Stanza" W. S. Rendra yang mengandung latar belakang kisah asmara Rendra dan memiliki keterkaitan antar puisi. Selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan metode pembacaan heuristik dan retroaktif secara hermeneutik berdasarkan referensi biografi W. S. Rendra di kehidupan nyata.
Penelitian mengenai analisis historis sosial dan makna dalam kumpulan puisi "Malam Stanza" karya W. S. Rendra dengan pendekatan historis dan sosiologis dapat diperoleh simpulan bahwa terdapat situasi sosial kisah asmara Rendra secara kronologis yang melatarbelakangi terciptanya kumpulan puisi "Malam Stanza" karya W. S. Rendra. Analisis historis sosial dan makna dalam kumpulan puisi "Malam Stanza" juga dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA kelas X mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan Standar Kompetensi (SK) berbicara nomor 14 yakni mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain