Text
SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKSI UMUM TERHADAP PENGELUARAN DAERAH KOTA MAGELANG PERIODE 2000-2010
Pelaksanaan kebijakan pemerintah Indonesia tentang otonomi daerah, dimulai secara efektif pada tanggal 1 Januari 2001, merupakan kebijakan yang dipandang sangat demokratis dan memenuhi aspek desentralisasi yang sesungguhnya. Desentralisasi sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan pada masyarakat, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, pemerataan, dan pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dan antar daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah hendaknya didukung upaya Pemerintah Daerah dengan meningkatkan kualitas layanan publik. Dana Alokasi Umum merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Peranan Dana Alokasi Umum terletak pada kemampuannya untuk menciptakan pemerataan berdasarkan pertimbangan atas potensi fiskal dan kebutuhan nyata dari masing-masing daerah. Pengeluaran daerah adalah dirinci menurut urusan Pemerintah Daerah, yaitu :organisasi, program, kegiatan, kelompok, jenis, obyek dan rincian obyek belanja. Pengeluaran daerah dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Provinsi atau Kabupaten/Kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap Pengeluaran Daerah Kota Magelang Periode Tahun 2000- 2010; 2) Mengetahui apakah Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh terhadap Pengeluaran Daerah Kota Magelang Periode Tahun 2000-2010. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Pengeluaran Daerah. Data yang telah diperoleh merupakan data sekunder. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan uji F. Adapun hasil penelitian adalah 1) Pengeluaran Daerah Kota Magelang selama tahun 2000-2010 mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut seiring dengan meningkatnya pendapatan daerah, yang kemudian digunakan untuk membiayai operasional pemerintahan dan pembangunan daerah. Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah cenderung mengalami penurunan. Dana Alokasi Umum mengalami pertumbuhan secara fluktuatif; 2) Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai F hitung F tabel yaitu 24,714 lebih dari 4,46. maka hipotesis nol (Ho) ditolak, sedangkan hipotesa alternatif (Ha) diterima. Berarti secara bersama-sama Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum berpengaruh secara signifikan terhadap Pengeluaran Daerah Kota Magelang selama tahun 2000 – 2010; 3) Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh secara signifikan terhadap Pengeluaran Daerah. Koefisien DAU sebesar 1,599, berarti jika Dana Alokasi Umum rata rata naik 1 juta rupiah maka Pengeluaran Daerah rata-rata akan bertambah sebesar 1,599 juta rupiah. Dan apabila Pendapatan Asli Daerah rata-rata naik sebesar 1 juta rupiah maka Pengeluaran Daerah rata-rata akan bertambah sebesar 3,069 juta rupiah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain