Text
SKRIPSI KAJIAN SEMIOTIKA PADA ANTOLOGI PUISI JAGAT GUGAT KARYA ROSO TITI SARKORO DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARANNYA DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan yang dialami siswa dalam menganalisis makna puisi secara utuh. Analisis makna puisi dapat dilakukan dengan menerjemahkan unsur semiotika puisi di antaranya ikon, indeks, dan simbol. Selain itu, kajian semiotika puisi dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar menganalisis makna lambang pada antologi puisi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan makna lambang yang berunsur semiotika yaitu simbol, indeks, dan ikon pada puisi karya Roso Titi Sarkoro, (2) menghasilkan bahan ajar dengan memanfaatkan antologi puisi Jagat Gugat karya Roso Titi Sarkoro untuk mengetahui makna lambang yang berunsur semiotika yaitu simbol, indeks, dan ikon pada antologi puisi tersebut.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut digunakan data puisi yang bersumber dari antologi puisi Jagat Gugat dan teori-teori sebagai berikut: (1) pengertian puisi, (2) konvensi sastra, (3) konvensi ketidaklangsungan ekspresi, (4) bahasa figuratif, (5) gaya bahasa, (6) konotasi, (7) semiotia:simbol, indeks, ikon, (11) pembacaan semiotika, (12) pemaknaan puisi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode baca, simak dan teknik catat.
Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan data, sehingga menghasilkan temuan berupa 58 simbol, 14, indeks, dan 34ikon dengan rincian sebagai berikut: Sebelas (11) simbol, 6 indeks, dan 5 ikon pada puisi Keris Gandring yang menceritakan tentang kesedihan penyair karena mendapat ujian yang bertubi-tubi dari Tuhan. Sepuluh (10) simbol, 2 indeks, dan 7 ikon pada puisi Puser Jagat yang menceritakan tentang inti dari kehidupan yaitu makrifat atau mendekatkan diri kepada Tuhan. Sembilan (9) simbol, 3 indeks, dan 6 ikon pada puisi Senja di Stasiun Tua yang menceritakan tentang kegelisahan menunggu kematian. Sepuluh (10) simbol, 1 indeks, 7 ikon pada puisi Jagat Bergeser yang menceritakan tentang kehidupan manusia yang telah mengalami kergeseran karena tingkah laku yang tidak sesuai dengan kodrat dan tugasnya dan 18 simbol, 2 indeks, dan 9 ikon pada puisi yang berjudul Sajak Perahu dan Anak Angsa yang menceritakan tentang negara yang mulai mengalami kehancuran karena terkuburnya nurani manusia yang menghuninya.
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai bahan ajar menganalisis makna puisi sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 KD 3.16 yaitu mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain