Text
SKRIPSI STUDI SISTEM PROTEKSI PADA GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL UNIT TRANSMISI DAN GI PURWOKERTO
Gardu induk bertujuan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan. Pada gardu induk ini terdapat beberapa peralatan antara lain transformator daya, pemutus tenaga, arrester, pemisah dan lain-lain. Frame dari peralatan-peralatan ini umumnya terbuat dari metal. Apabila isolasi peralatan tidak berfungsi dengan baik maka bagian-bagian peralatan yang seharusnya tidak bertegangan akan menjadi bertegangan.
Akibat lain, bila isolasi peralatan tidak berfungsi dengan baik, terjadi arus gangguan atau arus bocor yang mengalir pada bagian-bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk.
danya gangguan lisrtrik pada instalasi dapat menyebabkan antara lain: thermal stress, dinamic stress, isolation stress, los load, load source, black out.
Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan). Dalam operasi umumnya, trafo-trafo tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan/proteksi, transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Bahkan transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan
Jarak penyaluran ke pusat beban yang cukup jauh serta tuntutan konsumen yang semakin kritis, maka Sistem Proteksi perlu dipasang dengan tetap memperhitungkan factor ekonomis maka Sistem Proteksi hanya bekerja pada kondisi yang benar-benar dibutuhkan dengan fungsi mengamankan Peralatan dan Sistem Tenaga Listrik dari kerusakan, mengeliminasi gangguan secara cepat dan pasti serta mencegah meluasnya gangguan dengan membatasi area yang terganggu sehingga penyaluran tenaga listrik dapat berjalan normal.
Untuk mendapatkan unjuk kerja sistem proteksi yang baik sesuai harapan fungsi kerja sistem pengamanan terhadap aset peralatan sistem tenaga listrik harus memenuhi syarat-syarat antara lain handal, sensitif, selektif, cepat, berlapis, sederhana, stabil dan murah.
Selain itu masih diperlukan adanya dukungan peralatan sistem proteksi yang merupakan kesatuan dari sub-sub sistem yang saling mendukung sehingga unjuk kerja proteksi optimal antara lain; catu daya, sensor yang tepat dengan rele yang cocok, rangkaian kontrol dan auxiliary yang handal, setting yang tepat sesuai sistem pentanahan netral, pemeliharaan yang sempurna, kapasitas thermal peralatan yang sesuai kondisi operasi sistem misalnya; pmt, pms, ct dan lain sebagainya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain