Text
SKRIPSI STUDI KOORDINASI PROTEKSI RELAI ARUS LEBIH DENGAN RECLOSER PADA JARING DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG MAGELANG 2 PT PLN (PERSERO) APJ MAGELANG
Jaring tenaga listrik SGN 2 merupakan jaring tegangan menengah 20 kV
berupa saluran udara. Hal demikian banyak kemungkinan terjadi gangguan karena
alam maupun perilaku manusia. Dua alat pengaman yang pasti dipasang saluran
distribusi pada SGN 2 adalah pengaman penutup balik (Recloser) dan pengaman
arus lebih (Over Current Relay sama dengan OCR). Kedua alat ini di harapkan dapat saling
berkoordinasi satu sama lain; sehingga dapat memberikan nilai yang optimal pada
sistem penyaluran tenaga listrik SGN 2.
Analisis hasil perhitungan diperoleh, arus yang mengalir pada hantaran
netral sebesar 67,8752 kurang lebih 62770 Ampere, Gangguan satu fasa ke tanah sebesar 2.195,6
Ampere dan untuk gangguan dua fasa ke tanah sebesar 896,433 Аmрere, akan
mengalir melalui pertanahan, pada jaring tersebut menggunakan sistem multi
grounded, dan akan memberikan sinyal pada GFR, jika arus tersebut melebihi batas
maksimal atau kurang dari batas minimal, maka relai tersebut akan beroperasi untuk
memutus rangkaian jaring.
Jangkauan relay sangat dipengaruhi besar kecilnya arus hubung singkat,
sedangkan besar arus hubung singkat dipengaruhi :
a. jumlah pembangkit yang masuk ke sistem jaring,
b. kapasitas dan impedansi trafo,
c. titik gangguan atau panjang jaring.
Besar arus gangguan pada sistem 3 fasa 4 kawat memberikan keuntungan
koordinasi antara peralatan pengaman yang satu dengan yang lain dengan baik.
Peralatan pengaman pada jaring distribusi MG02 masih bisa menjangkau
(melakukan penginderaan) pada saat menerima pelimpahan beban dari penyulang SGN 2.
Kata kunci: Proteksi, koordinasi, gangguan,jaring distribusi
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain