Text
SKRIPSI STUDI KOORDINASI FUSE CUT OUT DENGAN FUSE CUT OUT DAN OCR PADA JARING DISTRIBUSI PRIMER 20 KV SGH 10 PT. PLN (PERSERO) APJ MAGELANG
Gangguan pada sistem penyaluran mengakibatkan terputusnya aliran listrik
ke konsumen. gangguan yang tidak terproteksi ataupun terlambat diproteksi, akan menimbulkan dampak yang sangat luas. Disisi pelanggan tidak teraliri arus listrik
karena peralatan sistem tenaga listrik rusak, disisi PT. PLN. Kerugian tidak dapat
menjual tenaga listrik dan harus mengganti/memperbaiki peralatan, sedang untuk
penduduk maupun gardu induk akan torimbas bahaya sengatan listrik atau bahkan
kebakaran.
Dengan koordinasi antara pengaman lebur dengannpengaman lebur serta
pengaman lebur dengan over current relaydiharapkan luas daerah pemadaman
akibat gangguan dapat ditekan sekecil mungkin.
Pada koordinasi pengaman lebur dengan relai pengaman arus lebih (over
current relay) di titik saluran percabangan B dipergunakan pengaman lebur tipe 40
T dan relai arus lebih pada setting tap time dial (TD) 5 untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa sebesar 2178 Ampere akun bekerja mengamankan arus
gangguan dengan waktu 2 detik. Untuk titik saluran percabangan C re'ai pengaman
arus lebih dapat dikoordinasikan dengan pengaman lebur tipe 40 T untuk
mengamankan arus hubung singkat dua fasa sebesar 1237 Ampere akan bekerja
dalam waktu 2 detik. Sedangkan pada titik saluran percabangan D relai pengaman
arus lebih dikoordinasikan dengan pengaman lebur tipe 25 T untuk mengamankan
arus gangguan hubung singkat dua fasa sebesar 1079 Ampere yang akar bekerja
dalam waktu 2,25 detik.
Kata kunci: fuse cut out, OCR, koordinasi, pengaman
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain