Text
SKRIPSI ANALISIS POTENSI EKONOMI PROVINSI JAWA TENGAH KURUN WAKTU 2003-2008 (MELALUI PENDEKATAN TEKNIK PERENCANAAN PEMBANGUNAN: SHIFT SHARE)
Kata Kunci : Potensi Ekonomi, Basis Ekonomi, Sektor-sektor ekonomi. Pembangunan daerah merupakan sub-sistem dari pembangunan nasionak dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional. Salah satu tolok ukur adanya pembangunan ekonomi daerah yaitu pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah perlu diketahui terlebih dahulu sumberdaya-sumberdaya atau potensi suatu daerah yang dapat diharapkan berkembang secara optimal. Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mengetahui potensipotensi daerah yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Tengah selam tahun 2003 sampai dengan tahun 2008, dan seberapa besar sumbangan sektor-sektor potensi tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan data Jumlah Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah dan Indonesia tahun 2003 hingga tahun 2008. Data tersebut diperoleh dari survei sekunder, yaitu dengan memanfaatkan data yang telah tersedia pada instansi terkait. Dalam skripsi ini digunakan model basis ekonomi yang tercermin pada analisis Shift Share yang berguna untuk mengetahui sektor-sektor unggulan di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunaan pendekatan Shift Share, menggunakan komponen pertumbuhan differential (Dij) menunjukkan terdapat tujuh sektor dengan rata-rata Dij positif, yaitu sektor pertanian, kehutanan, perburuan dan perikanan dengan nilai Dij 477021, industri pengolahan sebesar 392963.99, sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel sebesar 348509, jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan, pertambangan dan penggalian, sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan serta sektor listrik, gas dan air. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ke tujuh sektor tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor ekonomi yang sama secara nasional sehingga ke tujuh sektor tersebut memiliki daya saing tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan demi memacu pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan komponen pertumbuhan proportional (Mij) menunjukkan bahwa terdapat lima sektor yang memiliki nilai rata-rata positif yaitu sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor angkutan, perdagangan dan komunikasi, sektor keuangan, asuransi dan perorangan, serta sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan. Hal ini berarti bahwa Provinsi Jawa Tengah berspesialisasi pada sektor yang sama dengan sektor yang tumbuh cepat dalam perekonomian nasional.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain