Text
SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK INTENSIF CERITA RAKYAT MENGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X-5 MAN 1 KOTA MAGELANG
Pasta Agustina W (2013): Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak Intensif Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa Kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar Magelang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mencapai nilai 75. Nilai rata-rata pembelajaran menyimak intensif siswa, yaitu 58,42 dan 12 siswa (36%) yang telah mencapai KKM dan 21 siswa (64%) belum mencapai nilai KKM. Hal tersebut merupakan fakta bahwa hanya 12 siswa (36%) saja yang mencapai nilai KKM, oleh karena itu perlu dicari penyelesaian yang baik supaya pembelajaran keterampilan menyimak intensif mencapai hasil yang optimal.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) apakah penggunaan Media Audio Visual dapat menumbuhkan minat siswa kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang dalam pembelajaran Keterampilan menyimak intensif, 2) apakah penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak intensif siswa kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang. Tujuan penelitian ini adalah, 1) menumbuhkan minat siswa kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang dalam pembelajaran keterampilan menyimak intensif menggunakan Media Audio Visual,
2) meningkatkan keterampilan memyimak intensif siswa kelas X-5 MAN 1 Kota Magelang menggunakan Media Audio Visual.
Teori yang digunakan untuk memecahkan permasalahan ini adalah teori menyimak intensif, tahapan menyimak intensif, unsur-unsur menyimak intensif, tujuan menyimak intensif, pengertian Media Audio Visual. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-5 MAN I Kota Magelang. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus I dilaksanakan dua kali pembelajaran yang menggunkakan Media Audio Visual, dan pada siklus II juga dilakukan dalam dua pembelajaran yang menggunakan Media Audio Visual. Tahapan pada tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data nontes dipaparkan pada siklus I dan siklus II yang meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.
Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa Media Audio Visual terbukti lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menyimak intensif. Media Audio Visual juga terbukti dapat menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran menyimak Intensif, dan yang kedua penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak intensif siswa. Peningkatan nilai siswa dalam pembelajaran keterampilan menyimak intensif menggunakan Media Audio Visual dalam dapat dilihat pada kenaikan nilai dari tiap siklusnya. Pada pembelajaran prasiklus, nilai rata-rata siswa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain