Text
SKRIPSI MOTIVASI KERJA PENGELOLA POLINDES DI DESA PUTAT KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kerja serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat motivasi kerja pengelola Polindes di Desa Putat Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi untuk penelitian berada di Polindes Desa Putat, dengan subyek penelitiannya adalah pengelola Polindes Desa Putat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Keabsahan data pada penelitian ini dengan triangulasi dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data Mile dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data/display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain dorongan yang timbul dari masingmasing individu, motivasi pengelola Polindes juga dipengaruhi oleh faktor dari luar.
Aspek tersebut tidak lepas dari teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Maslow dan McGregor yang peneliti gabungkan, yaitu teori mengenaikebutuhan dasar manusia, dan teori X dan Y. Mengacu pada kedua teori tersebut, diharapkan penelitian ini mampu mengevaluasi kinerja pengelola yang masih perlu ditingkatkan lagi dengan menyesuaikan kondisi masyarakat Desa Putat. Dari hasil analisa dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendorong motivasi kerja pengelota ialah cita-cita dan aspirasi jiwa, kemampuan pengelola, dan kondisi lingkungan, sedangkan faktor yang menghambat motivasi pengelola ialahlokasi Polindes yang sulit dijangkau, fasilitas kesehatan yang belum memadai, serta kemampuan berkomunikasi yang kurang baik. Perlu adanya peningkatan kinerja dengan menempatkan tenaga yang mudah mendekatkan diri kepada masyarakat.
Karena komunikasi yang baik dan mudah diterima oleh masyarakat, pengelola akan mampu menemukan masalah dan hasil kerja yang sudah berjalan. Menciptakan komunikasi yang baik maka akan menciptakan ikiim kerja yang posistif. Maka perlu adanya komunikasi yang baik dan mudah dipahami oleh masyarakat awam terutama masyarakat yang tinggal di pedesaan untuk lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat dari aspek kesehatan agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Tugas akhir belum ada. Mohon kepada penulis untuk mengirim ulang ke perpustakaan@untidar.ac.id
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain