Text
SKRIPSI PERBANDINGAN DAN ANALISIS UJI KEKUATAN TARIK TANPA PERLAKUAN LAS DENGAN PENGELASAN LAS LISTRIK DAN LAS ACETYLENE PADA BAJA ST 40 DENGAN KAMPUH X
Tugas Akhir ini Penulis beri judul "Perbandingan dan Analisis Uji Kekuatan Tarik Tanpa Perlakuan Las dengan Pengelasan Las Listrik dan Las Acetylene pada Baja ST 40 dengan Kampuh X" Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana perbedaan kekuatan tarik antara tanpa perlakuan pengelasan, las listrik dan las acetylene pada bahan baja ST 40 dengan kampuh X. Populasi dalam penelitian ini adalah bahan baja ST 40 yang berbentuk poros as dengan diameter semula 15 mm dan diameter yang diperkecil 12 mm. Baja ST 40 ini merupakan baja karbon rendah dengan komposisi kimia 0,240 persen C, 1,231 persen Al, 1,491 persen Mn, 0,053 persen P, 0,019 persen Si, 0,040 persen Ni, 0,047 persen Cr., 0,007 persen Mo dan 0,012 persen V. Dalam pelaksanaan eksperimen dalam penelitian ini bahan poros as baja ST 40 dipotong menjadi tiga kelompok yaitu untuk tanpa perlakuan las, las listrik dan las acetylene. Kemudian dibentuk menjadi spesimen benda uji tarik sesuai standar bahan uji Dp. Jumlah sampel dalam penelitian ini 30 buah, 10 buah untuk sampel tanpa perlakuan las, 10 buah untuk pengelasan dengan las listrik dan 10 buah untuk pengelasan dengan las acetylene. Variabel dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Untuk variabel bebas adalah hasil tanpa perlakuan las, hasil pengelasan las listrik dan las acetylene, variabel terikat untuk kekuatan tarik hasil tanpa perlakuan las dan yang dikenai pengelasan. Dan variabel kontrol meliputi faktor yang mempengaruhi hasil pengelasan yaitu:
prosedur pengelasan, jenis mesin las, jenis elektroda, bahan yang dilas dan bentuk kampuh. Sedangkan hasil analisa data diuji dengan uji homogenitas, normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh untuk uji homogenitas X kuadrat hitung sama dengan 0,994 dan x kuadrat tabel sama dengan 5,99 dalam kurung dk sama dengan 2 pada taraf signifikan 5 persen dengan uji homogenitas metode Bartlett adalah homogen. Untuk uji normalitas dengan chi kuadrat, x2 hitung sama dengan 5,2098 dan x2 tabel sama dengan 11,1 dalam kurung dk sama dengan 5 untuk kelompok tanpа perlakuan las, x kuadrat hitung sama dengan 3,1090 dan x2 tabel sama dengan 11,1 dalam kurung dk sama dengan 5 untuk kelompok las listrik, x kuadrat hitung sama dengan 3,0249 dan x kuadrat tabel sama dengan 11,1 dalam kurung dk sama dengan 5 untuk kelompok las acetylene pada taraf signifikan 5 persen adalah normal. Uji hipotesis dengan t-tes diperoleh t hitung sama dengan 18,19 dan t tabel sama dengan 2,26 dalam kurung dk sama dengan 9 untuk kelompok tanpa perlakuan las, t hitung 9,28 dan t tabel sama dengan 2,26 dalam kurung dk sama dengan 9 untuk kelompok las listrik, t hitung sama dengan 30,74 dan t tabel sama dengan 2,26 dalam kurung dk sama dengan 9 untuk kelompok las acetylene pada taraf signifikan 5 persen berarti hipotesis kerja dalam kurung Ha diterima yang berbunyi "Ada perbedaan kekuatan tarik hasil tanpa perlakuan las dengan pengelasan las listrik dan las acetylene pada baja ST 40 dengan kampuh X". Dari pengujian tarik diperoleh kekuatan tarik rata-rata untuk tanpa perlakuan las 634,7 kg garis miring mm kuadrat, untuk las listrik 467,71 kg garis miring mm kuadrat dan untuk las acetylene 320,5 kg garis miring mm kuadrat. Atas dasar penelitian ini maka pelaksanaan pengerjaan konstruksi yang khususnya menggunakan sambungan las hendaknya dapat memilih dan menggunakan jenis las yang tepat dan sesuai dengan jenis konstruksinya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain