Text
SKRIPSI PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMERANKAN TOKOH DRAMA DENGAN MEDIA FILM PENDEK PADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH SECANG
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pembelajaran memerankan tokoh drama di SMA Muhammadiyah Secang yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Hal itu disebabkan oleh belum terbiasanya siswa dalam pelatihan memerankan tokoh drama. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan guru masih konvensional, belum ada penekanan pementasan pemeranan tokoh drama, sehingga mengakibatkan siswa kurang berminat mengikuti pembelajaran. Sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut, maka peneliti menggunakan media film pendek sebagai salah satu alternatif untuk membangkitkan minat dan membangkitkan kemampuan siswa dalam memerankan tokoh drama.
Rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah (1) apakah media film pendek dapat membangkitkan motivasi siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Secang dalam memerankan tokoh drama, (2) apakah media film pendek dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Secang dalam memerankan tokoh drama. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Secang dalam memerankan tokoh drama dengan menggunakan media film pendek, (2) mengetahui peningkatan kemampuan siswa memerankan tokoh drama pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Secang dengan menggunakan media film pendek.
Subjek penelitian ini, yaitu proses belajar mengajar khususnya pembelajaran memerankan tokoh drama. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Muhammadiyah Secang khususnya kelas XI yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus penelitian. Siklus I terdiri dari 3 kali pembelajaran, sedangkan siklus II terdiri dari 2 kali pembelajaran. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa tes kemampuan memerankan tokoh drama, sedangkan nontes berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama pembelajaran. Wawancara dilakukan dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI. Berikutnya, data yang telah terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif pada tiap siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain