Text
SKRIPSI STUDI KASUS PENYETELAN GROUND FAULT RELAY PADA JARING DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG SGN.9 DI PT.PLN (PERSERO) CABANG MAGELANG
INTISARI
Jaring tegangan menengah 20 KV yang diterapkan di wilayah kerja PT.PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Tengah adalah sistem tiga fasa empat kawat yang terdiri dari tiga kawat fasa dan satu kawat netral. Pada sistem ini kawat netral digunakan bersama untuk netral jaring tegangan menengah maupun netral jaring tegangan rendah yang ditanahkan sepanjang jaringan (Multi grounded common netral). Dengan hilangnya kawat netral akibat pencurian, maka seolah-olah sistem ini pentanahan netralnya mengambang.
Fungsi sistem distribusi ialah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat suplai (GI) ke pusat-pusat atau kelompok beban. Secara umum baik buruknya sistem penyaluran dan distribusi tenaga listrik terutama kontinuitas pelayanan yang baik, tidak sering terjadi pemutusan, baik karena gangguan maupun hal-hal yang direncanakan.
Didalam analisis gangguan yang terjadi pada suatu sistem tenaga listrik, digunakan jala-jala urutan positif, urutan negatif, urutan nol, dan impedans gangguan (Zf). Perhitungan arus gangguan hubung singkat antara lain digunakan untak.
1. penentuan penyetelan peralatan proteksi,
2. penentuan koordinasi antara peralatan proteksi,
3. untuk menentukan ukuran alat pemutus daya.
Perubahan konfigurasi dengan netral hilang akan mempengaruhi besarnya impedans nol (ZO), sedangkan impedans positip (Z1) dan negatip (22) harganya tetap seperti konfigurarsi 4 kawat. Dengan adanya netral hilang besar arus gangguan 1 tanah mengalami perubahan lebih besar dari semula. Sehingga rele gangguan tanah harus dilakukan penyetelan ulang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain