Text
SKRIPSI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUANTUM LEARNING PADA SISWA KELAS XI PROGRAM MATEMATIKA DAN IPA SMA PIUS BAKTI UTAMA BAYAN PURWOREJO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi pembelajaran menulis cerpen yang masih belum dipahami oleh para siswa. Mereka merasa kurang tertarik lantaran guru tidak menjelaskan secara detail langkah-langkah menulis cerpen dengan baik. Keadaan tersebut perlu ditangani agar permasalahan dapat diselesaikan. Metode Quantum Learning dapat diajukan atau diterapkan untuk penyelesaikan keadaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis cerpen, dan (2) peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Program Matematika dan IPA SMA Pius Bakti Utama Bayan Purworejo setelah diterapkan metode quantum learning.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa XI Program Matematika dan IPA SMA Pius Bakti Utama Bayan Purworejo Tahun Pelajaran 2014 atau 2015 yang berjumlah 23 siswa. Objek penelitian berupa peningkatan kualitas proses dan hasil belajar menulis cerpen. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, kuesioner, dan observasi. Analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini: (1) penerapan metode quantum learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XI Program Matematika dan IPA SMA Pius Bakti Utama Bayan Purworejo yang terlihat dari perubahan aktivitas siswa menjadi lebih baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner dan hasil pengamatan/observasi aktivitas siswa yang menunjukkan adanya peningkatan, baik dalam hal minat untuk menulis cerpen, maupun antusiasme, respons, dan keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. (2) Kualitas hasil belajar siswa dalam menulis cerpen meningkat setelah dilakukan pembelajaran menulis cerpen dengan metode quantum learning. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan prestasi hasil belajar siswa dan peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada aspek isi, terjadi peningkatan sebesar 2,78 pada siklus I. Aspek ini kembali meningkat sebesar 1,64 pada siklus II. Pada aspek organisasi dan penyajian, terjadi peningkatan sebesar 4,41 pada siklus I yang meningkat lagi sebesar 2,48 pada siklus II. Pada aspek ketiga, yakni aspek bahasa, terjadi peningkatan sebesar 1,79 pada sklus I dan meningkat lagi pada siklus II sebesar 1,44. Aspek terakhir, yakni mekanik, juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, terjadi peningkatan sebesar 0,94 yang meningkat lagi sebesar 0,93 pada siklus II. Secara keseluruhan, peningkatan rata-rata keterampilan menulis siswa terjadi sebesar 9,92 pada siklus I yang meningkat lagi sebesar 6,49 pada siklus II. Dari segi ketuntasan hasil belajar juga terlihat peningkatan yang signifikan. Pada prasiklus, hanya ada satu siswa yang memenuhi ketuntasan belajar. Pada siklus I, siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa (52,17%) dan meningkat menjadi 18 siswa (78,26%) padasiklus II.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain