Text
SKRIPSI ANALISIS DEBIT AIR PIPA BERCABANG 4 DAN 5 PADA PIPA TUNGGAL DENGAN SATU TITIK JUNCTION SEBAGAI ALTERNATIF PENGGUNAAN PIPA BERCABANG
Air merupakan kebutuhan pokok untuk kehidupan seluruh makhluk hidup
di dunia ini terutama manusia. Air untuk kebutuhan manusia dialirkan dari tempat
yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dengan memanfaatkan perbedaan tinggi
tekan dalam kurung head atau dialirkan dengan menggunakan pompa dari tempat yang lebih
rendah ke tempat yang lebih tinggi. Air tersebut dialirkan melalui pipa. Namun
sering kita melihat pemasangan pipa bercabang yang kurang teratur dan tidak
memperhatikan efek yang timbul akibat percabangan-percabangan tersebut. Selain
itu, pemakaian dimensi pipa, orifice, dan hambatan lain pada pipa masih belum
diperhatikan pada pemasangan pipa bercabang. Di pasaran, percabangan pipa
yang ada biasanya hanya pipa bercabang dua atau paling banyak tiga, belum ada
pipa bercabang 4 maupun 5. Oleh karena itu, bagaimana pengaruhnya terhadap
debit air dengan head yang sama tanda tanya
Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis meneliti tetang pipa
bercabang 4 dan 5 sebagai alternatif penggunaan pipa bercabang dengan tujuan
untuk mengetahui debit air pada masing-masing pipa bercabang 4 dan 5,
mengetahui rugi setrip rugi yang terjadi pada instalasi pipa dan membandingkan hasil
penelitian secara teoritis dan hasil praktik di lapangan. Metode dalam penelitian
ini meliputi persiapan, pembuatan bak penampung, pemasangan instalasi pipa,
pelaksanaan pengukuran debit, analisis data, pelaporan, dan publikasi. Untuk
memperoleh data pada pengukuran debit menggunakan volumetric method.
Hasil dari penelitian ini adalah pada pipa bercabang 4 didapatkan Q2 sama dengan
0,11 l garis miring det dalam kurung 36,66 persen, Q3 sama dengan 0,05 l garis miring det dalam kurung 16,67 persen, Q4 sama dengan 0,05 1 garis miring det dalam kurung 16,67persen, Q5 sama dengan 0,09
l garis miring det dalam kurung 30,00 persen. Pada pipa bercabang 5 didapatkan Q2 = 0,10 l garis miring det dalam kurung 32,26 persen, Q3 sama dengan
0,04 l garis miring det dalam kurung 12,90 persen, Q4 sama dengan 0,04 l garis miring det dalam kurung 12,90 persen, Qs sama dengan 0,08 1 garis miring det dalam kurung 25,81 persen, Q6 sama dengan 0,05
l garis miring det dalam kurung 16,13 persen. Rugi setrip rugi yang terjadi pada aliran dalam pipa meliputi kerugian
inlet, kerugian belokan, kerugian gesekan, kerugian pengecilan penampang pipa,
dan kerugian pembesaran penampang pipa. Perhitungan debit secara teoritis
maupun hasil praktik di lapangan menunjukkan nilai yang sama yaitu 0,3
liter garis miring detik.
Keyword: debit air, percabangan pipa, dan volume.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain