Text
TUGAS AKHIR PERBAIKAN KENDARAAN RINGAN DIBENGKEL DIMAS MOTOR MAGELANG
Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji rancang bangun simulator trouble shooting sistem kelistrikan AC mobil. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat sebuah simulator trouble shooting sistem kelistrikan Air Conditioner mobil di alat peraga.
Sistem pengkondisian udara (Air Conditioner) adalah sejumlah peralatan yang di buat untuk mengkondisikan udara di dalam ruangan agar memiliki suhu, dan kelembaban yang diinginkan. Air Conditioner (AC) pada mobil berfungsi untuk mengatur temperature dalam kabin sesuai dengan keinginan pengguna sehingga pengguna merasa nyaman di dalam mobil. Komponen kelistrikan Air Conditioner (AC) yaitu baterai 12V, sekring (fuse), saklar blower, resistor, relay,
kopling magnet, extra fan, dan thermostat.
Kesimpulan dari hasil pengukuran arus sistem kelistrikan AC pada alat peraga, pada (TS) trouble shooting 1 tidak terdapat arus yang mengalir yang disebabkan karena tidak terhubungnya relay 87 dengan motor blower. Sedangkan pada (TS) trouble shooting 2 dan (TS) trouble shooting 3 menunjukan angka yang lebih tinggi dibandingkan standar yang sudah ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa arus pada (TS) trouble shooting 2 dan (TS) tröuble shooting
3 dapat mengalir dengan baik yang berarti bahwa kompresor dan extra fan dapat bekerja dengan baik. Nilai besar tahanan tertinggi pada posisi low 0,9 ohm dan tahanan terendah pada posisi high 0,2 ohm, motor extra fan 1,8 ohm, dan kumparan stator 3,4 ohm. Dari praktik rancang bangun alat peraga sistem kelistrikan air conditioner, dapat disarankan pada saat melakukan praktik sistem kelistrikan air conditioner dilakukan sesuai standar keamanan serta prosedur yang benar agar dapat mengurangi kesalahan serta resiko kerusakan pada alat peraga.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain