Text
SKRIPSI JENIS KALIMAT MAJEMUK PADA WACANA KRITIS SUJIWO TEJO DALAM ACARA INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC)
Jenis kalimat majemuk ditentukan berdasarkan (1) jumlah klausa, (2) jenis klausa, yang meliputi (a) klausa bebas, (b) klausa terikat, (c) klausa terikat dalam klausa terikat, dan (3) kata hubung Berdasarkan tiga hal ini kalimat majemuk dapat berjenis koordinatif, subordinatif, dan campuran.
Kalimat majemuk koordinatif (KMK) memiliki lima subjenis, yakni (1) KMK penjumlahan, (2) KMK perlawanan, (3) KMK perurutan, (4) KMK pemilihan, dan (5) KMK lebih. Kalimat majemuk subordinatif (KMS) memiliki dua belas subjenis, yakni (1) KMS pertalian waktu, (2) KMS pertalian sebab, (3) KMS pertalian akibat, (4) KMS pertalian syarat, (5) KMS pertalian perbandingan, (6) KMS pertalian pengandaian, (7) KMS pertalian harapan, (8) KMS pertalian penerang, (9) KMS pertalian isi, (10) KMS pertalian cara, (11) KMS pertalian perkecualian, dan (12) KMS pertalian kegunaan.
Penelitian Jenis Kalimat Majemuk pada Wacana Kritis Sujiwo Tejo dalam Acara Indonesia Lawyers Club (ILC) memiliki rumusan masalah (1) bagaimanakah jenis kalimat majemuk pada wacana kritis Sujiwo Tejo dalam acara ILC, dan (2) bagaimana bahan ajar jenis kalimat majemuk pada wacana kritis Sujiwo Tejo dalam acara ILC, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penelitian ini bertujuan (1) menentukan jenis kalimat majemuk pada wacana kritis Sujiwo Tejo, dan (2) menyusun bahan ajar jenis kalimat majemuk pada wacana kritis Sujiwo Tejo dalam acara ILC. Teori yang digunakan meliputi (1) kalimat, (2) kalimat majemuk, (3) klausa, (4) wacana, dan (5) bahan ajar. Metode penyediaan data menggunakan metode simak, serta teknik catat. Metode analisis data penelitian menggunakan metode agih, tekniknya bagi unsur langsung
Berdasarkan hasil penelitian terdapat 33 data kalimat majemuk berjenis kalimat majemuk koordinatif (KMK). Data kalimat majemuk ini dibagi atas empat subjenis kalimat majemuk koordinatif, yaitu (1) 13 data berjenis KMK penjumlahan, contohnya Mereka akan menonton sebuah pertunjukan, dan pertunjukan ini diawali Lady Gaga, dan pada saat itu dipertunjukan ada sebuah kartu simalakama, (2) 17 data berjenis KMK perlawanan, contohnya Masih banyak manusia prasejarah terhadap jancuk padahal jancuk itu kasih sayang, (3) 2 data berjenis KMK perurutan, contohnya Datang seekor nyamuk, pakai sarung. Lalu ditangkap, dan (4) 1 data berjenis KMK pemilihan, contohnya Kok undang-undang ini doktor, atau enggak sih.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat 29 data kalimat majemuk berjenis kalimat majemuk subordinatif (KMS). Data-data ini terdiri atas enam subjenis kalimat majemuk subordinatif, yaitu (1) 7 data berjenis KMS pertalian isi, contohnya Saya tetep sependapat bahwa moral diatas hukum, (2) 6 data berjenis KMS pertalian akibat, contohnya Tujuan kita sekarang menetralkan hubungan, sehingga pemimpin sama rakyat sudah seperti temen, (3) 12 data berjenis KMS pertalian sebab, contohnya Rokok nggak boleh karena kita bangsa munafik, (4) 2 data berjenis KMS pertalian cara, contohnya Jangan kau meragukan kepada rakyat yang tidak jelas, karena sila kelima kita tetep keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, (5) 1 data berjenis KMS pertalian waktu, contohnya Inilah jaman modern ketika tak ada perasaan Mas Karni, (6) 1 data berjenis KMS pertalian syarat, contohnya Kalau prosedurnya harus difit, ya difit besok.
Jenis kalimat majemuk yang terakhir adalah kalimat majemuk campuran. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 data kalimat majemuk campuran, contohnya Ada Petruk, tapi anak sekarang manggilnya Patrick, karena ini masalah nomenklatur aja.
Kalimat majemuk pada wacana kritis Sujiwo Tejo dalam pergelaran ILC disimpulkan berjenis kalimat majemuk koordinatif, kalimat majemuk subordinatif, dan kalimat majemuk campuran. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya tentang jenis kalimat majemuk, dan bahan ajar mata pelajaran SMA tentang kalimat majemuk.
Kata kunci: kalimat majemuk, jenis Kalimat majemuk, Indonesia Lawyers Club.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain