Text
SKRIPSI PERBANDINGAN ALUR NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN DAN FILM JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN PENDEKATAN MIMETIK SERTA PEMBELAJARANNYA DI SMA
Ambar Arumsari, 1410301100, Skripsi 2018. Perbandingan Alur Novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman dan Film Jenderal Soedirman dengan Pendekatan Mimetik serta Pembelajarannya di SMA.
Pada Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia SMA kelas XII semester I terdapat materi baru yaitu teks cerita sejarah. Padahal, pembelajaran sejarah di SMA kurang menarik bagi siswa, salah satunya karena penggunaan media yang kurang kreatif. Oleh karena itu, penggunaan novel dan film bertema sejarah, dalam penelitian ini sejarah Jenderal Sudirman dan perang gerilya, dapat menjadi media yang menarik dalam pembelajaran teks cerita sejarah. Secara khusus, penelitian ini bertujuan (1) memperoleh rincian persamaan dan perbedaan dalam perbandingan alur novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman dan film Jenderal Sudirman dengan pendekatan mimetik; serta (2) menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran teks cerita sejarah melalui perbandingan alur pada novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman dan film Jenderal Sudirman dalam pengajarannya di SMA. Metode pada penelitian ini diuraikan menjadi metode dan teknik pengumpulan data serta metode dan teknik analisis data. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan teknik catat, sedangkan dalam analisis data digunakan metode deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan membandingkan, serta teknik analisisnya menggunakan teknik analisis mimetik. Dari penelitian ini dihasilkan simpulan (1) novel 693 Km Jejak Gerilya Sudriman dan film Jenderal Soedriman memiliki persamaan alur peristiwa sebanyak 22 peristiwa, sedangkan perbedaan keduanya yaitu penyajian alur pada novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman menggunakan alur mundur (flashback) sedangkan pada film Jenderal Sudirman menggunakan alur maju, lalu dari 89 data peristiwa pada novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman, sebanyak 33 data menunjukkan adanya peristiwa pada novel yang memiliki kaitan dengan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata, yaitu kehidupan Jenderal Sudirman dan peristiwa perang gerilya, sedangkan pada film Jenderal Soedirman, sebanyak 27 data dari 81 data memiliki kaitan dengan peristiwa faktual Jenderal Sudirman dan perang gerilya, dan jika dipersentasekan, peristiwa pada novel yang memiliki hubungan dengan peristiwa nyata sebesar 37,07% dan pada film sebesar 33,33%, serta pengembangan alur pada novel 693 Km Jejak Gerilya Sudriman dikembangkan lebih luas daripada alur pada film; dan (2) penelitian ini dapat diterapkan pada kompetensi dasar 4.3 mengonstruksi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah dalam sebuah teks eksplanasi di SMA kelas XII, yang dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan pendekatan pembelajaran saintifik, model discovery learning serta metode diskusi dan unjuk kerja.
Kata kunci: alur, novel, film
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain