Text
SKRIPSI PEMEROLEHAN TUTURAN PADA ANAK-ANAK USIA 0-3 TAHUN DAN SUMBANGSIHNYA UNTUK PENGASUHAN BERBAHASA ANAK USIA DINI DALAM RANAH KELUARGA
Latar belakang penelitian ini adalah dimulainya pendidikan bagi anak-anak Indonesia melalui program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sehingga pendidikan terhadap anak usia dini sangat diperlukan, termasuk pemerolehan bahasa pada usia tersebut. Pemerolehan bahasa pada anak usia dini diharapkan dapat memberi sumbangsih untuk pengasuhan berbahasa anak usia dini dalam ranah keluarga. Kemampuan berbicara sebagai syarat berkomunikasi perlu diarahkan sejak usia dini, karena merupakan usia emas bagi anak untuk belajar berbicara, sehingga pemerolehan tuturan pada usia tersebut menarik untuk dilakukan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun, (2) Bagaimana sumbangsih pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun untuk pengasuhan berbahasa anak usia dini dalam ranah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pemerolehan tuturan pada anak usia 0-3 tahun; serta, (2) Menentukan sumbangsih pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun untuk pengasuhan berbahasa anak usia dini dalam ranah keluarga. Penelitian ini menggunakan teori psikolinguistik, bahasa, pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun, dan tahap-tahap pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun. Jenis penelitian ini adalah bersifat kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa transkripsi kata-kata yang diucapkan oleh anak usia 0-3 tahun sebagai informan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam serta teknik catat. Selanjutnya dalam menganalisis data menggunakan metode padan dan deskriptif analitis serta teknik analisis data menggunakan teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Berdasarkan data transkipsi hasil pemerolehan tuturan anak usia 0-3 tahun ditemukan dua tahapan klasifikasi, pertama tahap pralinguistik yang terdiri dari tahap meraban pertama (usia 0-6 buan), dan tahap meraban kedua (usia 6-12 bulan), kedua tahap linguistik yang terdiri tahap holofrasis (usia 1-1,5 tahun), tahap ucap dua kata (usia 1,5-2 tahun), dan tahap pengembangan tata bahasa (usia 2-3 tahun). Selanjutnya, hasil dari penelitian ini diimplementasikan berupa sumbangsih terhadap pengasuhan berbahasa bagi anak-anak usia dini dalam ranah keluarga. Sehingga, orang tua dapat merangsang kemampuan berbahasa anak agar dapat berkembang secara optimal.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain