Text
LKP LAPORAN KERJA PRAKTEK STABILITAS FREKUENSI DENGAN SISTEM GOVERNOR PADA PLTA PB SOEDIRMAN PT. INDONESIA POWER UP MRICA
Dalam mengoperasikan sistem tenaga listrik ditemui berbagai persoalan. Hal ini disebabkan karena pemakaian tenaga listrik selalu berubah dari waktu ke waktu serta gangguan kondisi alam dan lingkungan yang sering mengganggu jalannya operasi. Berbagai persoalan pokok yang dihadapi dalam pengoperasian sistem tenaga listrik
salah satunya adalah stabilitas frekuensi. Pada pusat listrik tenaga air (PLTA) frekuensi yang dihasilkan berbanding lurus dengan putaran generator, dan putaran generator berbanding lurus dengan putaran turbin. Putaran turbin dipengaruhi oleh daya keluaran (output) yang dikehendaki dan debit air. Bila terjadi perubahan beban listrik, sedangkan debit air konstan maka putaran turbin akan berubah yang pada akhirnya akan berdampak pada perubahan frekuensi listrik yang dihasilkan.Governor sebagai pengatur frekuensi dalam sistem, mengatur debit air yang masuk ke turbin supaya berada dalam putaran dengan frekuensi 50 Hertz (standart Indonesia) dan mengantisipasi terjadinya penyimpangan terhadap frekuensi dalam sistem. Untuk melakukan fungsinya, governor mengukur frekuensi yang dihasilkan generator dengan cara mengukur kecepatan putar poros generator karena frekuensi yang dihasilkan generator sebanding dengan
kecepatan putar poros generator. Penyimpangan frekuensi dalam sistem terjadi apabila kebutuhan daya yang digunakan oleh konsumen (beban) lebih besar dari daya yang dibangkitkan, maka frekuensi sistem turun. Sedangkan frekuensi dalam sistem naik apabila daya yang dibangkitkan lebih besar dari pada beban. Dengan kata lain frekuensi
berbanding terbalik dengan beban. Maka untuk mempertahankan nilai frekuensi pembangkitan daya aktif dalam sistem harus disesuaikan dengan konsumen (beban).
Kata kunci: Stabilitas Frekuensi, Sistem Governor, Speed Droop
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain