Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN INHIBITOR TEH BUBUK TERHADAP KARAKTERISTIK PEGAS DAUN HASIL QUENCHING
ABSTRAK
Pada zaman yang semakin maju kebutuhan material logam sangat diperlukan masyarakat contohnya komponen otomotif, industri pabrik, pembangunan rumah hingga peralatan rumah tangga. Dalam penelitian ini akan membahas tentang kekuatan dan ketahanan logam baja pegas daun terhadap korosi dengan inhibitor. Pegas daun yang telah di quenching dan dibiarkan begitu saja pasti akan mengalami korosi, oleh karena itu dalam penelitian ini akan meneliti apa pengaruh inhibitor teh bubuk terhadap pegas daun hasil quenching dan seberapa besar pengaruh inhibitor tersebut.
Awalnya logam dipotong setelah itu diquenching, setelah itu pegas dibersihkan dan diuji. Terdapat 3 (tiga) pengujian yang pertama kekerasan sebelum dan sesudah quenching, laju korosi tanpa inhibitor dan menggunakan inhibitor dengan konsentrasi 15 persen, 20 persen, dan 25 persen, serta pengujian struktur mikro dan makro.
Hasil penelitian menunjukan spesimen yang telah direndam inhibitor mengalami kenaikan kekerasan namun tidak signifikan dengan hasil rata - rata diatas 765,6 VHN. Hasil laju korosi rata - rata yang didapatkan tanpa inhibitor 3.8195 mm per y, dengan inhibitor 15 persen mendapatkan nilai rata - rata 3,6890 mm per y, dengan inhibitor 20 persen dengan nilai rata - rata 3,5509 mm per y dan inhibitor 25 persen dengan hasil 3,4614 mm per y. Efisiensi paling efektif yaitu inhibitor dengan konsentrasi 25 persen dengan nilai 9,3755 persen. Hasil struktur mikro raw material menunjukan struktur martensit dan perlit, sedangkan setelah diquenching menunjukan struktur sementit didominasi dengan banyak struktur martensit.
Kata kunci: asam sulfat, baja karbon, inhibitor, laju korosi, pegas daun.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain