Text
LKP LAPORAN KERJA PRAKTEK PENGARUH BEBAN TERHADAP EFISIENSI GENERATOR STEP-UP TRANSFORMER PT PJB UBJ O&M PLTU REMBANG
Intisari
Tingkat penggunaan listrik suatu Negara dapat menggambarkan secara langsung laju dan tingkat perkembangan suatu Negara dalam sektor industri dan masyarakat. Aspek yang harus dipenuhi dalam proses penyuplaian listrik adalah kesinambungan (kontinuitas) dan kehandalan. PLTU Rembang dirancang menggunakan bahan bakar utama batu bara berkalori rendah dengan bantuan High Speed Diesel (HSD) sebagai bahan bakar start up bersamaan dengan udara panas bertekanan. Panas hasil pembakaran batubara dalam boiler digunakan untuk memanaskan air sampai mendidih dan menghasilkan uap (steam). Uap (steam) yang dihasilkan tersebut digunakan untuk memutar turbin uap. Turbin yang berputar telah dikopel dengan generator untuk menghasilkan tenaga listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke Generator Transformer untuk dinaikkan tegangannya menjadi 150 kV dan Unit Auxiliarry Transformer (UAT) untuk pemakaian pribadi.
Transformator merupakan peralatan listrik yang berfungsi memindahkan daya/tenaga listrik untuk mengubah tegangan arus bolak balik dari tegangan yang rendah ke tegangan yang tinggi ataupun sebaliknya. Transformator daya memiliki peranan penting dalam kelangsungan dan produksi energi listrik di PLTU Rembang. Pola Pembebanan yang dilayani oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Rembang bersifat fluktuatif, karena sebagian besar konsumsi energi listrik diperuntukan oleh pelanggan sektor rumah tangga. Beban yang bersifat fluktuatif ini menimbulkan rugi rugi pada transformator. Rugi-rugi yang terdapat pada transformator adalah rugi-rugi inti dan rugi-rugi tembaga, rugi-rugi pada transformator ini menyebabkan perbedaan daya masukan dan daya keluaran, Semakin besar rugi-rugi yang dihasilkan pada transformator maka akan semakin besar daya yang hilang pada transformator tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain