Text
SKRIPSI APLIKASI RISK TRADEOFFS ANALYSIS DALAM KEBIJAKAN BUS RAPID TRANSIT (STUDI KASUS TRANS JATENG KORIDOR 1 TERMINAL BAWEN-STASIUN TAWANG)
ABSTRAK
Kebijakan pengoperasian BRT Trans Jateng wilayah Kedungsepur Koridor 1 (Terminal Bawen Stasiun Tawang) hadir sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan pelayanan lalu-lintas dan angkutan jalan yang aman, tertib, lancar, dan terpadu.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja efek samping atau dampak negatif dari kebijakan pegoperasian BRT Trans Jateng Koridor 1 dan bagaimana solusi atau alternatif kebijakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi efek samping tersebut. Penelitian ini menggunakan kerangka Risk Tradeoffs Analysis (RTA) yang dikemukakan oleh Graham dan Wiener (1995) untuk mengklasifikasikan efek samping dari BRT Trans Jateng Koridor 1 tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Hasil analisis data yang telah dilakukan berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian.
Hasil dari penelitian ini adalah pengoperasian BRT Trans Jateng Koridor 1 ternyata menimbulkan efek samping seperti ketidaknyamanan penumpang. menurunkan pendapatan angkutan reguler, dan menurunkan omset Trans Semarang Koridor 2. Beberapa alternatif kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek samping tersebut seperti memperbaiki fasilitas yang ada. Pola Scrapping untuk mengurangi gesekan dengan angkutan reguler, dan kebijakan pelayanan satu tiket serta persamaan tarif antara Trans Jateng dan Trans Semarang
Kata kunci: BRT, Efek samping, Kebijakan, RTA
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain