Text
SKRIPSI RESOLUSI KONFLIK PEMBANGUNAN NEW YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT DI TEMON KULON PROGO
ABSTRAK
RESOLUSI KONFLIK PEMBANGUNAN NEW YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT DI TEMON KULON PROGO
KRISNALDO TRIGUSWINRI (1410201009)
Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar
Konflik pembangunan New Yogyakarta International Airport yang terjadi di Kulon Proga dimulai pada tahun 2011 sesaat setalah Pemerintah Republik Indonesia, yang diwakili oleh BUMN memulai kerja sama dengan investor asal India, GVK Power & Infrastructure. Pasalnya, pembangunan bandara tersebut akan di laksanakan di lokasi perkampungan padat penduduk dalam wilayah administrasi Kecamatan Temon. Pembangunan tersebut diperkirakan akan menggunakan 637 hektar lahan padat penduduk yang terdiri dari unsur 6 desa guna merealisasi bandara New Yogyakarta International Airport. Konflik berkepanjangan atas pembangunan terjadi akibat tidak adanya kesepakatan dan kesepahaman antar subyek dan obyek pembangunan: warga terdampak dan pemerintah. Lebih jauh lagi, warga terdampak terbelah menjadi dua: warga pro dan warga kontra konflik vertikal yang terjadi antar warga dan pemerintah disebabkan oleh penolakan warga tedampak karena merasa ruang hidupnya (sosial-ekonomi) terampas atas pembangunan NYIA. Sedangkan pemerintah beranggapan bahwa pembangunan bandara di Kulon Progo adalah program nasienal yang telah tercantum dalam RPJMN dan akan berimplikasi pada meningkatnya kualitas sosial-ekonomi warga masyarakat konflik horizontal yang terjadi antar warga pro dan warga kontra terjadi akibat terjadinya perbedaan perspektif dalam melihat kasus pembangunan ini. Warga pro beranggapan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh negara tidak mungkin ditolak atau dibatalkan karena akan berdampak pada keadilan sosial dan meningkatnya pendapatan negara. Sedangkan warga kontra beranggapan bahwa pembangunan yang dilakukan dengan atau tanpa peran negara tidak akan mampu mensejahterakan. Menariknya, hampir mayoritas warga pro perabangunan adalah mereka yang bagian dari keluarganya adalah pejabat pemerintahan, sedangkan warga kontra mayoritas adalah mereka yang berprofesi sebagai petani. Maka, peniliti hendak melakukan analisis dengan perangkat resolusi konflik untuk melihat dan memberikan gambaran mengenai konflik yang tidak berkesudahan.
Kata Kunci: Resolusi Kontik, Konflik YIA di Kulon Progo: Manajemen Koflik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain