Text
SKRIPSI PENGARUH PERENDAMAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE (AC-WC)
Terdapat banyak hal yang dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan terhadap konstruksi jalan, diantaranya adalah akibat dari pengaruh beban lalu lintas kendaraan yang berlebihan, temperatur, air (genangan), dan juga kontrsuksi perkerasan jalan yang kurang memenuhi persyaratan. Perendaman air menjadi salah satu faktor dari penyebab terjadinya kerusakan bagi konstruksi jalan dengan perkerasan aspal
Di dalam penelitian ini pengujian dilakukan secara bertahap, yaitu terdiri atas pengujian campuran aspal yang direndam dan yang tidak direndam, yang direndam dalam air dengan waktu 0,5jam, 24jam, 48 jam dan 72jam yang disahkan oleh Bina Marga yang berupa SNI 03-1969-1990. Benda uji campuran aspal dengan pengujian terhadap campuran (uji Marshall). Penelitian ini menggunakan kadar aspal 5%, 5,58, 6,5% dan 7% dengan metode analisa regresi.
Hasil yang di dapatkan dari pengujian Marshall dapat disimpulkan bahwa nilai uji marshall yang direndam selama 0,5jam didapatkan stabilitas sebesar 1218,1kg pada perendaman 24jam, 48jam dan 72jam didapatkan stabilitas sebesar 1150,7kg,1083,3kg dan 1015,9kg. Nilai uji marshall yang tidak direndam di dapatkan nilai stabilitas sebesar 1212,5 Kg. Nilai kelelehan sebesar 3,7 mm. Nilai Voids Filled Bitument (VFB) sebesar 63,08%. Nilai Voids In Mineral Aggregate (VMA) sebesar 18,18%. Nilai Voids In Mix (VIM) sebesar 6,71%. Nilai Marshall Quotient (MQ) sebesar 330,7 Kg/mm.
Kata kunci: Perendaman, Lapis Aspal Beton AC-WC, Marshall Test
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain