Pembelajaran IPA menuntut keterlibatan siswa dalam aktivitas ilmiah, namun pelaksanaannya di sekolah masih kurang mendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Situasi tersebut teridentifikasi di SMP Negeri 1 Wonosegoro, yang mana penggunaan model pembelajaran inovatif masih terbatas sehingga siswa kurang terlibat dalam penyelidikan dan diskusi berbasis masalah. Studi ini menelaah efektivi…
Pembelajaran IPA menuntut siswa untuk memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang mengembangkan keterampilan proses sains. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan proses sains masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kegiatan praktikum yang jarang dilakukan, penggunaan bahan ajar yang kurang bervariasi, serta rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Akibatnya kemam…
Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kompetensi kognitif yang baik, khususnya dalam pembelajaran IPA. Namun, hasil belajar kognitif peserta didik SMP masih tergolong rendah, termasuk di SMP Negeri 2 Jatiyoso, yang ditandai dengan belum tercapainya kriteria ketuntasan minimal. Rendahnya hasil belajar tersebut salah satunya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvension…
dibutuhkanا diا abadا ke-2.ا Namun,ا faktanyaا kemampuanا literasiا sainsا siswaا diا Indonesiaاmasihاrendah.اHalاiniاdiperkuatاolehاhasilاwawancaraاdanاanalisisاnilaiا ASASاSemesterا1اMTs.اMa’arifاSelopampangاdiketahuiاbahwaاkemampuanاliterasiا sainsاtergologاrendah.اPenelitianاiniاmenganalisisاefektivitasاmodelاpembelajaranا kooperatifا tipeا …
Keterampilan berargumentasi ilmiah sebagai suatu kemampuan dalam memberikan penyataan berdasarkan kaidah nilai ilmiah melalui gagasan fenomena sains, sangat penting dipelajari dengan tujuan mengasah kemampuan nalar, pemecahan masalah, dan penguasaan konsep pembelajaran IPA. Permasalahan utama penelitian ini berupa rendahnya keterampilan argumentasi dan self-efficacy siswa. Oleh sebab …
Pembelajaranۡ IPAۡ diۡSMPۡmenuntutۡ siswaۡ untukۡmemilikiۡ kemampuanۡ pemecahanۡmasalahۡyangۡbaik.ۡNamun,ۡfaktaۡmenunjukkanۡbahwaۡkemampuanۡiniۡ masihۡ tergolongۡ rendah,ۡ terutamaۡkarenaۡmetodeۡpembelajaranۡyangۡcenderungۡ konvensionalۡdanۡkurangۡmelibatkanۡsiswaۡsecaraۡaktif.ۡSelainۡitu,ۡmotivasiۡbelajarۡ siswaۡjugaۡrelatifۡrendah,ۡterlihatۡdari…
Keterampilan argumentasi ilmiah sangat penting dimiliki oleh siswa agar mampu menghadapi tantangan abad ke-21. Namun kenyataannya, kemampuan argumentasi ilmiah siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat membaca dan penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model RQA (Reading, Questi…
Menghadapi Reformasi sains, siswa harus memiliki keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis. Keterampilan kolaborasi berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil observasi pada kelas VII di SMP Windusari diperoleh bahwa keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis siswa rendah. Mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan model pembelajaran GI berbasis S…
Literasi sains di Indonesia masih dikatakan belum menggembirakan. Hal tersebut karena pada proses pembelajaran sains masih mengutamakan hafalan konsep, teori, dan hukum yang tujuannya adalah nilai akhir. Hal tersebut menyebabkan siswa sulit untuk mengaplikasikan pengetahuan pada kehidupan sehai-hari. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Secang diperoleh informasi bahwa kemampuan litera…