PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PAPER PENGENDALIAN PENYAKIT SCAB (Streptomyces scabies) PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum)
Penanda Bagikan

Text

PAPER PENGENDALIAN PENYAKIT SCAB (Streptomyces scabies) PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum)

CATUR PRASETIYO - Nama Orang;

Tanaman kentang merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu, batangnya agak keras dan persegi, akan tetapi tidak begitu kuat. Umbinya berbentuk bulat sampai oval. Tanaman kentang mempunyai syarat-syarat tertentu untuk pertumbuhannya. Panjang penyinaran mempengaruhi kecepatan terbentuknya umbi. Dengan meningkatnya intensitas cahaya yang diterima tanaman akan mempercepat proses terbentuknya umbi dan waktu pembungaan. Suhu yang diperlukan untuk fotosintesis antara 18 derajat Celsius sampai 25 derajat Celsius dan optimum pada suhu 20 derajat Celsius. Kelembaban udara yang baik antara 80 persen hingga 90 persen. Sedangkan curah hujan antara 200 mm sampai 300 mm tiap bulan. Untuk tanah yang baik bagi tanaman kentang dengan pH antara 5,0 sampai 5,5.

Rendahnya produktifitas rata-rata kentang di Indonesia bila dibanding negara sub tropis disebabkan antara lain: adanya perbedaan panjang hari, adanya serangan berbagai macam penyakit, pengendalian hama dan penyakit yang kurang sempurna. Satu faktor lain yang sangat penting untuk berhasilnya suatu produksi yaitu penyedian mutu bibitnya.

Salah satu penyakit yang dapat menurunkan produksi kentang yaitu penyakit scab yang disebabkan bakteri Streptomyces scabies. Gejala tanaman ya yang terserang akan menampakkan adanya sisik dan bisul-bisul bergabus pada permukaan umbi. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh pada penyebaran penyakit scab yaitu bibit, suhu tanah, reaksi tanah, kelembaban tanah, angin dan air.

Pengendalian penyakit scab dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara preventif dan curatif. Cara preventif meliputi kultur teknis yang terdiri dari rotasi tanaman, sanitasi, pemupukan, drainase. Penggunaan Varietas yang tahan hama dan penyakit, penggunaan bibit yang baik dan sehat, karantina. Sedangkan secara curatif dengan menggunakan bakterisida.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
AGROTEKNOLOGI PRA P 1994
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 1994
Deskripsi Fisik
VII;20HAL;29,5CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
630
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
FAKULTAS_FAPERTA
PRODI_S1_AGROTEKNOLOGI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • FULL TEXT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?