Text
SKRIPSI EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA MAGELANG STUDI KASUS: ANGKUTAN KOTA JALUR 6
Angkutan kota di Kota Magelang menghadapi permasalahan yang mempengaruhi kualitas
pelayanannya yaitu faktor ketersediaan angkutan yang tidak sesuai dengan permintaan sehingga
waktu tunggu kendaraan yang lama dan waktu antar kendaraan yang tidak konsisten.
Permasalahan ini menjadikan minat masyarakat turun dalam menggunakan angkutan kota,
ditandai dengan rata-rata load factor dibawah standar yaitu 40,80%. Penelitian ini memiliki
tujuan untuk mengevaluasi kinerja angkutan sesuai standar Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor 98 Tahun 2013, merencanakan rekomendasi perbaikan dan menganalisis kelayakan
finansial.
Penelitian dilaksanakan dengan survei dinamis dan survei statis yang dilaksanakan ketika
weekend (Minggu) dan weekdays (Senin). Analisis data menggunakan indikator load factor,
headway, availability, kecepatan, dan waktu sirkulasi, serta merencanakan rekomendasi
perbaikan dengan 2 skenario yaitu, (1) sesuai SK Dirjen Perhubungan Darat nomor 687 Tahun
2002 dan (2) sesuai kondisi di lapangan. Sedangkan untuk analisis kelayakan finansial
menggunakan metode Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), dan Break Even Point
(BEP).
Hasil penelitian menunjukkan kinerja operasional dari angkutan kota jalur 6 tidak memenuhi
standar. Berdasarkan rekomendasi perbaikan, skenario II direkomendasikan karena memberikan
perkiraan load factor naik menjadi 34% saat weekend dan 32% saat weekdays. Kelayakan
finansial pada angkutan kota jalur 6 selama 1 tahun dinyatakan tidak layak dengan nilai BCR
Tidak tersedia versi lain