Text
SKRIPSI ANALISIS IMPLEMENTASI ASESMEN FORMATIF DAN TANTANGANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS (STUDI KASUS 2 SEKOLAH DI KOTA MAGELANG)
Implementasi asesmen formatif dalam pembelajaran biologi di tingkat Sekolah
Menengah Atas Kota Magelang belum banyak dilakukan penelitian. Dalam
praktiknya hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk
perbaikan dalam pembelajaran. Namun jika asesmen formatif tidak dilaksanakan
secara konsisten, guru kehilangan kesempatan untuk memberikan umpan balik
yang tepat waktu dan konstruktif. Akibatnya, siswa tidak dapat mengenali
pemahaman secara akurat, yang berdampak pada kurang optimalnya upaya
perbaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan
asesmen formatif serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam
penerapannya pada pembelajaran biologi di sekolah menengah atas di Kota
Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Subjek penelitian adalah guru biologi dan sepuluh siswa SMA di Kota
Magelang dangan teknik pengumpulan data meliputi kuesioner angket, wawancara,
dan observasi. Analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Asesmen formatif dibagi menjadi tiga aspek yaitu
pengumpulan informasi, pengolahan & interpretasi informasi, dan tindak lanjut.
Guru melakukan pengumpulan informasi melalui teknik yang bervariasi seperti
tanya jawab, kuis, reflrksi, dll. Pengolahan & interpretasi informasi menggunakan
berbagai kriteria dan teknik. Kriteria yang digunakan adalah pengelompokan
tingkat pemahaman siswa dan kriteria kelulusan (KKM). Tindak lanjut siswa yang
belum memenuhi kriteria yang digunakan akan dilakukan remidial dan pengayaan.
Penelitian formatif diimplementasikan menggunakan beragam teknik dan efektif
dalam memantau pemahaman siswa serta memberikan dampak positif pada hasil
belajar dan keterampilan proses. Tantangan utama yang ditemukan dalam
implementasi asesmen formatif adalah keterbatasan durasi pembelajaran dan
kurangnya sarana dan prasarana. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan
asesmen formatif sebagai dasar untuk menyarankan penguatan dukungan sarana
prasarana, pelaksanaan pelatihan guru secara berkala, serta peningkatan kolaborasi
antara guru, siswa, dan orang tua guna mengoptimalkan implementasi asesmen
formatif
Tidak tersedia versi lain