Text
SKRIPSIKEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP
Literasi sains siswa Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil PISA 2022, khususnya pada materi yang bersifat abstrak seperti Bumi dan Satelitnya yang sulit divisualisasikan melalui media konvensional. Rendahnya literasi sains ini menuntut adanya inovasi model dan media pembelajaran yang mampu mendorong siswa membangun pengetahuan secara aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Discovery Learning berbantuan Augmented Reality (DL-AR) dalam meningkatkan literasi sains siswa kelas VII pada materi Bumi dan Satelitnya. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model DL-AR dan 30 siswa kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional (Direct Instruction). Instrumen yang digunakan berupa tes uraian literasi sains yang mengacu pada kerangka PISA 2025 dengan tiga kompetensi dan 15 sub-indikator. Data dianalisis menggunakan uji-t independen dan perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 70,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 52,22. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig. < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan literasi sains yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,45 pada kategori sedang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,21 pada kategori rendah. Analisis per sub-indikator menunjukkan bahwa 1 subindikator kelompok eksperimen pada kategori tinggi, 12 sub-indikator berada pada kategori sedang, dan 2 sub-indikator pada kategori rendah. N-Gain tertinggi terletak pada sub-indikator mengidentifikasi pertanyaan dalam studi ilmiah (K2.1 = 0,70), selisih terbesar pada sub-indikator mengkritik kekeliruan argumen sains (K3.4 = 0,47), dan selisih terkecil pada sub-indikator mengusulkan desain eksperimen yang sesuai (K2.2 = 0,01). Dengan demikian, model DL-AR efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa dan direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran pada materi IPA yang bersifat abstrak.
Tidak tersedia versi lain