Text
SKRIPSI PERENCANAAN RUTE ANGKUTAN KOTA DENGAN PRINSIP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KOTA MAGELANG
Kota Magelang menghadapi persoalan mobilitas akibat tingginya ketergantungan
pada kendaraan pribadi dan menurunnya okupansi Angkot, dengan tumpang tindih
rute mencapai 40% dan kawasan peri-urban belum terlayani radius 400 meter,
mengindikasikan spatial mismatch antara rute eksisting dan pertumbuhan kota.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pusat bangkitan perjalanan, merancang
konfigurasi rute angkutan umum berbasis radius 400–600 meter, serta menentukan
titik simpul transit berbasis TOD, menggunakan pendekatan SIG (KDE, MAT,
SAW). Hasil menunjukkan pusat bangkitan terkonsentrasi di tengah-selatan, pusat
tarikan di tengah-utara, dengan pergerakan dominan selatan-utara. Skenario 3 —
perubahan rute sekaligus pengurangan trayek dari 11 menjadi 5 — terpilih terbaik,
menurunkan area tak terlayani dari 5,46% menjadi 2,07% dan tumpang tindih rute
dari 52% menjadi 12%. Analisis SAW mengidentifikasi tujuh titik simpul potensial,
tiga di antaranya sebagai simpul utama: Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal
Sudirman, dan Jalan Alun-Alun Barat, sebagai acuan revitalisasi angkot yang
efisien dan berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain