Text
SKRIPSI EVALUASI SETTING RELAY OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR) TERHADAP PERUBAHAN DIAMETER PENGHANTAR SUTT 150 KV JEPARA KUDUS LINE 2 GARDU INDUK JEPARA
Sistem proteksi melindungi sistem tenaga listrik dari gangguan atau beban listrik
yang timbul dari gangguan teknis, gangguan alam, kesalahan operasi, dan faktor
lainnya. Dalam kerjanya relay proteksi perlu dikoordinasikan dengan baik antara
relay satu dengan lainnya agar keandalan sistem tetap terjamin. Relay pengaman
secara otomatis memberikan perintah untuk membuka pemutus tenaga ketika
kondisi abnormal terjadi, supaya bagian yang terganggu bisa dipisahkan dari sistem
normal. Tanpa adanya pemutus tenaga, gangguan hubung singkat yang datang
secara tiba-tiba akan menimbulkan banyak kerusakan yang terjadi pada peralatan
listrik. Salah satu contoh relay proteksi adalah relay OCR dan GFR. OCR (Over
Current Relay) adalah peralatan yang menyisalir atau merasakan adanya gangguan
arus lebih baik yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat maupun
beban lebih yang berada dalam wilayah proteksinya (fasa-fasa). Hal ini sama
dengan OCR (Over Current Relay), GFR (Ground Fault Relay) pada dasarnya
mempunyai prinsip kerja memproteksi arus gangguan namun memiliki perbedaan
dalam pengaplikasiannya (fasa-netral), dimana relay akan bekerja apabila relay
merasakan arus gangguan 1 fasa ke tanah di atas nilai settingnya. Berdasarkan hasil
pengujian setting yang baru sudah memenuhi standart yaitu minimal atau paling
lambat 1 detik, kalau dibawah hasil tersebut akan mengganggu setting koordinasi
proteksi lain di bay penghantar. Maka semakin besar arus gangguan yang terjadi,
waktu pemutusan PMT akan semakin cepat sehingga dapat memutus arus gangguan
tersebut. Nilai perhitungan arus gangguan pada jarak 20% waktu penghantar setting
lama adalah 0,712s kemudian pada setting baru memperoleh hasil dengan nilai
1,004s hasil ini yang diinginkan supaya menjadi minimal atau paling cepat 1 detik.
Tidak tersedia versi lain