Text
SKRIPSI PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA AKUN X DI KOMUNITAS ONLINE: STUDI KASUS BERBAGI CERITA ANGGOTA KOMUNITAS MARAH-MARAH
PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA AKUN X DI KOMUNITAS ONLINE: STUDI KASUS BERBAGI CERITA ANGGOTA KOMUNITAS MARAH-MARAH
Muhammad Fathon, Wahyu Eka Putri, Luky Fitriani
Penggunaan media sosial sebagai sarana ekspresi diri meningkat, sehingga membentuk komunitas daring, seperti Komunitas Marah-Marah di platform X (Twitter). Praktik pengungkapan diri (self disclosure) yang dilakukan baik secara anonim maupun melalui akun asli. Dalam komunitas ini, self disclosure muncul sebagai bentuk penyaluran emosi sekaligus upaya memperoleh dukungan sosial di luar relasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses self disclosure terbentuk dan berlangsung dalam Komunitas Marah-Marah di platform X, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan diri para penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan yang menggunakan akun alter maupun akun asli, observasi tidak langsung, serta dokumentasi unggahan yang terdapat dalam komunitas tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik self disclosure dalam Komunitas Marah-Marah umumnya dipicu oleh kebutuhan untuk melepaskan emosi negatif, seperti marah, kecewa, dan tekanan psikologis. Komunitas ini berfungsi sebagai ruang aman (safe space) yang memungkinkan individu mengekspresikan perasaan tanpa keterikatan hubungan interpersonal secara langsung. Perbedaan ditemukan pada pola keterbukaan antara pengguna akun alter dan akun asli, terutama dalam hal pengelolaan privasi dan anonimitas. Pengguna akun asli cenderung menunjukkan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi, namun juga menghadapi risiko yang lebih besar terkait identitas diri. Selain itu, self disclosure berperan sebagai mekanisme regulasi emosi dan sarana memperoleh validasi sosial, meskipun tetap disertai pertimbangan terhadap risiko privasi dan kemungkinan munculnya respons negatif dari anggota komunitas.
Kata Kunci: Akun alter, Komunitas online, Manajemen privasi digital, Platform X, Self disclosure.
Tidak tersedia versi lain