Text
SKRIPSI PENGARUH CRISIS RESPONSIBILITY TERHADAP POST CRISIS REPUTATION PADA KOPI STARBUCKS PASCA AKSI BOIKOT PRODUK PRO-ISRAEL (STUDI PADA FOLLOWERS INSTAGRAM @STARBUCKSINDONESIA)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh crisis responsibility terhadap postcrisis reputation pada Starbucks pasca aksi boikot produk yang dikaitkan dengan dukungan terhadap Israel, dengan fokus pada persepsi followers Instagram @starbucksindonesia. Menggunakan teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan pendekatan kuantitatif melalui purposive sampling terhadap 100 responden serta analisis regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai Starbucks tidak terlibat langsung dalam isu boikot dan lebih sebagai pihak yang terseret opini publik. Secara statistik, crisis responsibility berpengaruh signifikan terhadap post-crisis reputation dengan nilai signifikansi < 0,05 dan R² sebesar 0,446, yang berarti 44% reputasi dijelaskan oleh persepsi tanggung jawab krisis. Temuan pada indikator trustworthiness, credibility, dan overall reputation juga menunjukkan bahwa reputasi Starbucks tetap cenderung positif. Secara keseluruhan, hasil ini memperkuat SCCT, bahwa semakin rendah atribusi tanggung jawab yang diberikan publik, semakin kecil ancaman terhadap reputasi, dan citra perusahaan dapat tetap terjaga melalui respons krisis yang cepat, transparan, dan kredibel.
Kata Kunci: Crisis Responsibility, Post-Crisis Reputation, SCCT, Boikot, Starbucks, Media Sosial.
Tidak tersedia versi lain