Text
SKRIPSI ANALISIS SETTING SPEED DROOP DAN DEADBAND GOVERNOR UNTUK PENINGKATAN RESPONS FREKUENSI DI PLTA WADASLINTANG BERBASIS SIMULASI NUMERIK
Kestabilan frekuensi merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik, sehingga governor pada PLTA Wadaslintang berperan sebagai pengendali frekuensi primer melalui pengaturan parameter speed droop dan deadband. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi speed droop terhadap karakteristik respons frekuensi serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Grid Code Indonesia menggunakan model Load Frequency Control (LFC) single-area berbasis fungsi alih linier yang disimulasikan pada GNU Octave. Variasi speed droop yang digunakan adalah 5% sebagai kondisi eksisting serta 4% dan 3% sebagai alternatif pengaturan, dengan deadband governor dipertahankan sebesar ±0,05 Hz sesuai kondisi eksisting PLTA Wadaslintang, sedangkan gangguan beban diberikan sebesar 0,05 pu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penurunan nilai speed droop meningkatkan gain governor sehingga respons terhadap deviasi frekuensi menjadi lebih sensitif. Variasi speed droop 3% menghasilkan frequency nadir tertinggi sebesar 49,803 Hz dan steady-state error terkecil sebesar 0,097 Hz, sedangkan speed droop 4% menghasilkan settling time tercepat sebesar 11,86 detik. Analisis koreksi daya aktif menunjukkan bahwa governor mampu memberikan tambahan daya hingga 0,60 MW untuk mengimbangi gangguan beban sebesar 0,45 MW, kemudian mencapai kondisi tunak pada kisaran 8,92–8,93 MW. Seluruh variasi speed droop memenuhi batas operasi frekuensi normal sesuai Grid Code Indonesia karena frequency nadir tetap berada di atas 49,50 Hz. Berdasarkan hasil tersebut, speed droop 4% direkomendasikan sebagai pengaturan yang paling optimal karena memberikan keseimbangan terbaik antara respons frekuensi, sensitivitas governor, waktu pemulihan sistem, dan karakteristik respons daya generator.
Tidak tersedia versi lain