Text
SKRIPSI ANALISIS KINERJA LBS (LOAD BREAK SWITCH) TERHADAP PERCEPATAN RECOVERY GANGGUAN PADA PENYULANG SGN 14 PT. PLN ULP MAGELANG KOTA
Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat bergantung pada peralatan proteksi yang mampu meminimalisir dampak gangguan. Penyulang SGN 14 PT. PLN (Persero) ULP Magelang Kota memiliki bentang jaringan yang panjang sehingga area pemadaman menjadi luas ketika gangguan terjadi di ujung penyulang. Penelitian ini didasarkan pada teori jaringan distribusi 20 kV, keandalan sistem tenaga, Load Break Switch (LBS) sebagai sectionalizer terintegrasi SCADA, serta indeks keandalan SAIDI, SAIFI, dan ENS (Energy Not Supplied), dengan merujuk penelitian terdahulu terkait smart feeder LBS three way, kelayakan pemasangan LBS, dan penentuan lokasi LBS optimal. Metode penelitian bersifat kuantitatif melalui studi pustaka, observasi lapangan, pengumpulan data historis gangguan tahun 2025, serta wawancara dengan tenaga ahli distribusi PLN. Hasil penelitian menunjukkan LBS M2-349 bekerja sebagai sectionalizer yang membagi jaringan menjadi beberapa seksi sehingga mempercepat recovery gangguan. Ratarata SAIDI section LBS M2-349 turun dari 2,0309 menjadi 5,007 jam/tahun (75,34%) dan SAIFI turun dari 0,8302 menjadi 0,5418 kali/tahun (34,7%), sementara penyulang SGN-14 turun 66,6% (SAIDI) dan 55,3% (SAIFI). Nilai ENS menurun 74,2% dan kerugian finansial berkurang 74,4% atau setara Rp.362.540.007,48. Disimpulkan bahwa pemasangan LBS M2-349 efektif mempercepat recovery gangguan, meningkatkan keandalan sistem, serta menekan kerugian energi dan finansial di PLN ULP Magelang Kota.
Tidak tersedia versi lain